Rabu 18 Desember 2019, 07:40 WIB

Tol Balsam Dongkrak Industri Kaltim

Andhika Prasetyo | Ekonomi
 

KALIMANTAN akhirnya memiliki jalan bebas hambatan setelah Presiden Joko Widodo meresmikan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) di Kalimantan Timur, kemarin.

Tol Balsam diproyeksikan dapat memangkas biaya logistik barang dan jasa serta memotong waktu tempuh dari Balikpapan ke Samarinda dan sebaliknya dari semula sekitar 3 jam menjadi hanya 1 jam.

Presiden mengungkapkan tol yang membentang sepanjang 99 kilometer itu akan mendorong pengembangan kawasan produksi di provinsi tersebut. Tol Balsam juga akan menjadi penopang kegiatan di Kaltim yang akan menjadi ibu kota baru negara.

"Tol ini akan memperlancar konektivitas dari daerah-dae-rah industri ke kawasan distribusi. Ini akan menciptakan efisiensi, baik bagi angkutan orang maupun barang," ujar Jokowi seusai meresmikan tol pertama di Kalimantan itu.

Tol Balsam terdiri atas lima seksi. Akan tetapi, baru tiga seksi, yaitu II, III, dan IV, sepanjang 58 km yang sudah selesai dan telah beroperasi. Adapun seksi I dan V diharapkan selesai pada April 2020.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan sudah memiliki desain jalur sambungan dari Tol Balsam ke beberapa titik inti ibu kota baru negara.

"Jadi, nanti akan kita buat jalan tol ke Sepaku, juga ke Pulau Balang. Kita juga akan buat tol dari Banjarmasin ke Balikpapan. Nanti akan seperti Jakarta Outer Ring Road," jelas Basuki.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur Tutuk SH Cahyono menilai tol baru ini akan memberi efek domino positif terhadap roda perekonomian di Kaltim. "Jalan tol ini menjadikan perjalanan lebih efektif dengan cost yang efisien," ujarnya.

Tutuk memprediksi, saat konektivitas tersambung semuanya, akan tumbuh pusat ekonomi baru. "Secara teori, ketika ada konektivitas, akan tumbuh pusat (ekonomi) baru. Saat ini pun sudah terlihat di tempat exit (tol)." (Pra/Mal/RD/X-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More