Selasa 17 Desember 2019, 22:00 WIB

Jokowi: Tol Kalimantan Percepat Akses ke Ibu Kota Baru

Rudi Agung | Nusantara
Jokowi: Tol Kalimantan Percepat Akses ke Ibu Kota Baru

MI/PIUS ERLANGGA
Proyek pembangunan jalan Tol Balikpapan-Samarinda yang melintasi wilayah Samboja di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Jumat (28/8/2019)

 

PENANTIAN panjang masyarakat Kalimantan Timur terhadap pembangunan tol pertama di Kalimantan akhirnya berbuah manis.

Lima tahun sejak pembangunan awal Tol Balikpapan-Samarinda akhirnya diresmikan Presiden Joko Widodo, Selasa (17/12). Tol yang dibangun sejak Desember 2014, sudah bisa dinikmati mulai hari ini.

Jokowi berharap tol ini akan memangkas waktu tempuh dari dan menuju ibu kota baru. Biasanya, waktu yang dibutuhkan dari Balikpapan ke Samarinda sekitar dua sampai tiga jam. Dengan tol pertama ini hanya memakan waktu satu jam.

"Alhamdulillah pembangunan seksi 2, 3, 4 jalan Tol Balikpapan ke Samarinda hari ini telah selesai dan bisa dimanfaatkan," tutur Presiden di Gerbang Tol Samboja saat meresmikan Tol Balikpapan-Samarinda.

Ia pun mengakui masih tersisa dua seksi yang perlu dituntaskan. Targetnya sebelum Hari Raya (Idul Fitri) 2020.

"Jadi kurang dua seksi lagi yaitu seksi 1 dan 5," jelasnya.

Jalan tol pertama di Ibu Kota baru ini, sambung Jokowi, bakal membantu efisiensi masyarakat Kalimantan. Terutama saat ingin menempuh akses di dua kota antara Balikpapan dan Samarinda serta mempercepat akses menuju Ibu Kota baru.

"Saya menanyakan kepada Dirut (Direktur Utama) Jasa Marga, nanti akan diselesaikan insya Allah April 2020. Ini jalan tol pertama di Pulau Kalimantan. Kita harapkan dari pembangunan ini kecepatan efesiensi mobilitas barang orang logistik bisa kita dapatkan," ujarnya.

Jokowi juga meminta akses sambung yang terhubung dari Ibu Kota baru menuju Tol Balikpapan-Samarinda ini akan dibangun tahun depan. Ke depan, sambung Jokowi, semua infrastruktur akan mempermudah konektivitas. Khusus tol ini diharapkan pula mendorong pengembangan kawasan produksi.

"Seperti industri kelapa sawit, minyak dan gas, komoditas batu bara, dan pertanian," jelasnya.


Baca juga: Tol Yogya-Solo tidak Jadi Elevated, Lewat Monjali


Jadi, lanjutnya, akses jalan ini nanti terhubung langsung dengan kawasan distribusi.

"Termasuk mempercepat akses ke wilayah kawasan inti ibu kota baru. Tinggal menyambungkan saja," papar Jokowi.

Jika tahun depan akses ke Ibu Kota baru yang tersambung ke Tol Balikpapan, ia berharap akan menjadi entry point.

"Karena jalan tol ini tersambung dua bandara, di Samarinda ada APT Pranoto, dan Balikpapan ada Bandara Sepinggan," jelasnya.

Groundreaking pembangunan tol ini dimulai Desember 2014, dengan pelbagai dinamika yang mengiringinya. Tol ini memiliki nilai investasi sebesar Rp9,9 triliun yang berasal dari APBN, APBD, dan pinjaman Pemerintah Tiongkok.

Total panjang tiga seksi jalan tol yang diresmikan membentang sepanjang 66,235 kilometer. Rinciannya seksi II terdiri atas ruas Samboja-Muara Jawa sepanjang 30,975 km. Seksi III ruas Muara Jawa-Palaran panjangnya 17,3 km. Seksi IV dari Palaran-Jembatan Mahkota II membentang 17,55 km.

Seksi I dari Km 13 Balikpapan-Samboja membentang sepanjang 22,025 km. Dibangun menggunakan APBD Kaltim senilak Rp1,3 triliun. Sedangkan Seksi V ruas Sepinggan-Kilometer 13 panjangnya 11,5 km.

Seksi I dan V, sampai kini pengerjaannya terus dikebut. Diproyeksikan tuntas tahun depan. Rencananya tarif Tol Balikpapan-Samarinda ini sekitar Rp1.000 per km. Namun, tarif tersebut belum secara resmi dipastikan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur, Tutuk SH Cahyono, menilai, tol ini bisa memberi efek domino positif terhadap roda perekonomian di Kaltim. Alasannya, beberapa sektor diprediksi akan ikut terdongrak.

Sektor yang berdampak positif, sambung Tutuk, seperti resto, hotel, pariwisata, dan infrastruktur. Terlebih sektor logistik.

"Sebab jalan tol ini menjadikan perjalanan lebih efektif dengan cost yang efisien," ujarnya.

Nantinya, Tutuk memprediksi, saat konektivitas tersambung semuanya maka akan tumbuh pusat ekonomi baru.

"Sekarang sudah mulai tampak di tempat exit toll," jelasnya.

"Secara teori, ketika ada konektivitas akan tumbuh pusat (ekonomi) baru. Saat ini pun sudah terlihat di tempat exit (tol). Sudah mulai terlihat," imbuh dia.

Sedangkan Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Kaltim, Felix Iryantomo, mengatakan, tol ini masih ada beberapa catatan. Hal ini setelah dilakukannya uji laik dua pekan lalu. Catatan tersebut menitikberatkan ikhwal rambu.

"Dua pekan lalu sudah dilakukan uji fungsi, ada beberapa catatan soal rambu-rambu," ujarnya.

Ia mengakui meski masih ada rambu dan marka yang belum terpasang namun jumlahnya tidak terlalu banyak.

Ia pun meminta tak perlu khawatir. Sebab hal ini masih bisa diantisipasi oleh rambu lain yang telah terpasang. Terkait jumlahnya belum diketahui pasti. Pihaknya hanya memperkirakan sekitar 50-an rambu.

"Setelah peresmian ini kita akan selesaikan semuanya," papar Felix. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More