Selasa 17 Desember 2019, 21:43 WIB

Petugas Gagalkan Penyeludupan 6 Ribu Bengkalas

Rudi Kurniawansyah | Nusantara
Petugas Gagalkan Penyeludupan 6 Ribu Bengkalas

MI/Rudi Kurniawansyah
Kepala BBKSDA Riau Suharyono

 

TIM Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Riau bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Senin (16/12), berhasil gagalkan penyelundupan 6.000 Belangkas (Tachypleus sp).

Satwa dilindungi tersebut akan dibawa ke luar negeri dengan kondisi Belangkas sudah mati.

"Ribuan Belangkas itu dibawa oleh dua tersangka melalui pelabuhan tikus didaerah Tanjung Leban, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis oleh tersangka HS dan RS," kata Kepala BBKSDA Riau Suharyono di Pekanbaru, Selasa (17/12).

Dia menjelaskan, ribuan Belangkas dibungkus dalam beberapa karung warna putih untuk mengelabui petugas. Kemudian Belangkas diangkut menggunakan truk Colt Diesel bernomor polisi BM 9245 LP.

"Belangkas merupakan satwa yang menghuni perairan dangkal di wilayah air payau kawasan mangrove. Satwa ini membantu mengurai sampah di laut," jelas Suharyono.

Dia mengatakan, Belangkas masuk dalam satwa dilindungi berdasarkan P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018. Satu kilo Belangkas biasa dihargai Rp150-500 ribu karena darahnya sangat berguna untuk keperluan farmasi.

Saat ini, lanjutnya, ribuan belangkas yang sudah mati langsung dimusnahkan dengan cara penguburan di kantor BBKSDA Riau, Kota Pekanbaru.

"Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah membantu penggagalan penyelundupan satwa liar yang dilindungi, dan mengharapkan untuk ke depannya kesadaran masyarakat  akan perlindungan satwa liar dilindungi semakin meningkat," ungkap Suharyono.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 40 ayat 2 junto pasal 21 ayat 2 UU RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan dan denda maksimal Rp100 juta.

"Kepada masyarakat yang akan melakukan pengaduan terkait tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi dapat melapor kepada Call Center Balai Besar KSDA Riau dengan Nomor 0813 7474 2981," jelasnya.(OL-11)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More