Selasa 17 Desember 2019, 21:19 WIB

LaNyalla Ajak Bankir Perkuat Sinergi Hadapi Perlambatan Ekonomi

Putri Rosmalia Octaviyani | Ekonomi
LaNyalla Ajak Bankir Perkuat Sinergi Hadapi Perlambatan Ekonomi

Antara/Aditya Pradana Putra
Ketua DPD LaNyalla Mahmud Mattalitti

 

KETUA Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengajak kalangan pelaku industri perbankan di Jawa Timur untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah.

Hal itu dianggap penting agar perekonomian lokal bisa tetap survive di tengah tren perlambatan ekonomi global.

”Meskipun kita tetap optimistis dengan masa depan ekonomi, namun sebenarnya kita juga menghadapi masalah-masalah mendasar dalam bidang ekonomi. Terutama fenomena saat ini, yaitu pelambatan ekonomi global. Maka kuncinya kita semua harus saling bersinergi dan berinovasi,” ujar LaNyalla, dalam keterangan resmi, Selasa, (17/12).

LaNyalla berharap, Pemprov Jatim dan BI sebagai garda depan penjaga stabilitas moneter dapat membangun sinergi yang kuat. Sehingga saling mengisi dalam menjaga stabilitas moneter di tingkat lokal di tengah ancaman pelambatan ekonomi global.

DPD, sambung LaNyalla, memiliki tekad dan kepentingan untuk memajukan seluruh daerah di Indonesia. Hal ini dilandasi filosofi dasar DPD, bahwa kemajuan Indonesia adalah cerminan wajah dari seluruh daerah di Tanah Air.

Baca juga : Per November, Neraca Perdagangan Indonesia Defisit US$1,33 M

”Demi visi dan misi itu, DPD RI terus mengembangkan kerja yang kreatif. Baik dalam kinerja legislasi, mediasi, maupun advokasi. Kerja kreatif itu kami wujudkan dalam berbagai cara, termasuk memperkuat kerjasama strategis dengan pemerintah daerah dan stakeholder lainnya. Sehingga makin memperkuat artikulasi kepentingan daerah,” tutur LaNyalla.

LaNyalla mengatakan yakin, daerah adalah pelaku langsung dan utama dalam pembangunan. Sehingga masukan dari daerah seharusnya menjadi pertimbangan utama oleh pemerintah pusat dalam menyusun berbagai kebijakan.

”Indonesia adalah negara yang punya potensi yang demikian besar, dan pasti akan menjadi negara maju dan sejahtera, jika dikelola dengan tepat, sesuai dengan karakter bangsa ini. Kita harus percaya diri, optimistis menghadapi tantangan sesulit apapun,” ujarnya.

LaNyalla yakin, dengan sinergi dan inovasi berkelanjutan, Indonesia akan sukses menjadi negara dengan kekuatan ekonomi nomor 7 dunia pada 2030 sebagaimana riset Global McKinsey.

Terkait perekonomian Jawa Timur, LaNyalla juga yakin akan tetap stabil dan tumbuh secara berkelanjutan. Pada triwulan III/2019, pertumbuhan ekonomi Jatim 5,32 persen.

”Saya berharap, BI Perwakilan Jatim terus menyumbangkan pemikiran dan kontribusi dengan serius, agar provinsi ini tetap menjadi provinsi dengan capaian pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional, seperti selama ini telah dicapai,” beber LaNyalla.

LaNyalla mendorong BI untuk terus terlibat aktif dalam memperkuat kebijakan moneter dan pengendalian inflasi di Jatim dengan ikut mendorong pengembangan UMKM, mendorong ketersediaan instrumen pembiayaan, inklusi keuangan, serta bantuan teknologi finansial. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More