Selasa 17 Desember 2019, 20:31 WIB

Injeksi PRP, Teknologi Regeneratif Atasi Nyeri Lutut

Eni Kartinah | Humaniora
Injeksi PRP, Teknologi Regeneratif Atasi Nyeri Lutut

Istimewa
Dokter dari pusat pengobatan nyeri lutut, Klinik Patella, Jakarta, dr Ibrahim Agung SpKFR.

 

NYERI lutut bisa disebabkan karena berbagai faktor. Seperti, cedera saat berolahraga, beraktivitas, atau karena penyakit degenerative seperti osteoartritis (penipisan bantalan sendi). Meski tak mematikan, namun nyeri lutut perlu ditangani segera karena sangat mengganggu aktivitas.

Ragam terapi telah dikembangkan untuk mengatasi nyeri lutut. Salah satu yang terbaru ialah injeksi Platelet-Rich Plasma (PRP) yang memiliki prinsip kerja regenerasi. Terapi ini dilakukan dengan mengambil darah pasien sebanyak 8-10 cc lalu diproses dengan sentrifugasi untuk diambil komponen plasmanya (PRP). Komponen itulah yang akan disuntikkan ke sendi lutut.

“PRP mengandung faktor pertumbuhan (growth factor) dan protein lain yang dapat merangsang terjadinya regenerasi dan perbaikan jaringan. Sehingga, secara alamiah dapat membantu penyembuhan/perbaikan jaringan yang rusak,” jelas dokter dari pusat pengobatan nyeri lutut, Klinik Patella, Jakarta, dr Ibrahim Agung SpKFR, pada beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, PRP diberikan sebanyak tiga kali, satu kali per bulan, dan dilakukan evaluasi dalam waktu 6-12 bulan. Pascainjeksi PRP juga perlu dipertimbangkan terapi pendukung lain seperti pemakaian brace (bila perlu) dan melakukan latihan penguatan otot sesuai rekomendasi dokter.

“Latihan ini dapat membantu memperbaiki kekuatan otot yang menopang sendi lutut,” imbuh dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi itu.

Ragam manfaat

Teknologi PRP atau teknologi regeneratif ini merupakan metode terbaru sebagai solusi kerusakan dan penuaan sendi. Manfaat PRP cukup beragam, antara lain membantu memperlambat/memperbaiki proses kerusakan jaringan tulang rawan (kartilago), membantu memperlambat perburukan osteoartritis, meningkatkan produksi cairan lubrikasi alami sendi, dan menstimulasi pembentukan jaringan tulang rawan yang baru.

“Menurut National Institute for Clinical Excellence, injeksi PRP untuk membantu mengatasi nyeri lutut akibat osteoartritis dapat dikatakan minim risiko, namun masih memerlukan riset lebih lanjut. Di Klinik Patella, berdasarkan testimoni pasien, keberhasilannya cukup baik terutama di usia yang lebih muda,” kata dr Ibrahim.

Ia menambahkan, hampir semua nyeri lutut dapat dituntaskan tanpa operasi. Namun semua tindakan perlu dilakukan dengan USG-guided (dipandu USG). “Seperti yang kami lakukan di Klinik Patella. USG-guided ini digunakan untuk memastikan akurasi tindakan dan mencegah kerusakan pada struktur lain di sekitar lutut,” pungkasnya. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More