Selasa 17 Desember 2019, 20:10 WIB

Mau Bikin Tim Intelijen terkait Ular, Wali Kota Dinilai Lebay

Kisar Rajaguguk | Megapolitan
Mau Bikin Tim Intelijen terkait Ular, Wali Kota Dinilai Lebay

ANTARA FOTO/Risky Andrianto
Petugas dinas pemadam kebakaran melakukan evakuasi seekor ular King Kobra.

 

SUDAH 60 ekor ular yang ditangkap petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Jawa Barat. Dari 60 ekor ular yang ditemukan hingga kini, dua warga telah terkena gigitan.

Pertama ialah Wagiman, seorang pedagang di Pasar Kemirimuka, Beji, Kota Depok. Wagiman yang terkena gigitan ular berbisa pun dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok.

Adapun warga kedua ialah Rasman, anak berusia delapan tahun itu mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) Kota Depok. Rasman digigit ular kobra saat sedang bermain di sekitar rumahnya, di Jalan Kemiri Jaya, Kecamatan Beji, Kota Depokm itu, digigit ular saat bermain beberapa hari lalu.

"Ular kobra itu ditangkap sama keponakan. Pas mau dimasukin ke dalam botol minuman, keponakan saya langsung digigit (dipatuk) ular itu," kata paman korban, Ramadhoni, Selasa (17/12).

Saat itu, keponakan Ramadhoni sedang bermain bersama temannya di teras rumah, dan tiba-tiba muncul dua anak ular kobra.

"Satu ular dimatikan, satu lagi ditangkap dan hendak dimasukkan ke dalam botol untuk dibuang," ceritanya.

Nahasnya, ular itu malah menggigit Rasman. Kemudian korban pun dilarikan ke RSUI.

"Namanya anak-anak, mereka kurang teliti atau kurang hati-hati, ketika diambil ularnya malah menggigit tangan ponakan saya," ucapnya.

Saat di RSUI, korban mendapatkan perawatan sesuai prosedur. Korban digigit ular di bagian tangan. Korban masuk IGD RSUI pada Sabtu (14/12).

"Tim medis RSUI langsung melakukan penanganan kepada pasien dengan segera memberikan serum anti bisa ular (SABU)," kata Humas RSUI, Kinanti.

Usai penanganan di IGD, korban langsung dibawa ke Pediatric Intermediate Care Unit (PIMCU). Untuk optimalisasi pemantauan, dipindahkan ke pediatric intermediate care unit (PIMCU).

"Tim medis melakukan penanganan dan perawatan secara optimal terhadap korban, baik saat di IGD maupun saat di ruang PIMCU," kata Kinanti.

Kinanti mengatakan, saat ini kondisi bocah tersebut sudah mulai membaik, " Rencananya hari ini pasien sudah bisa pulang dan dijadwalkan untuk melakukan kontrol ke dokter pada minggu depan," ucapnya.

Warga Kota Depok sudah mulai resah karena mereka takut ular datang tiba-tiba. Yang baru saja ditemukan adalah di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Tunas Bangsa, Cilodong, Kota Depok. Setidaknya ada 11 anak ular yang ditemukan oleh guru sekolah.

"Bentuknya sih kayak kobra, tapi kecil," kata Muhammad Salman, salah seorang guru.

Dari 11 ekor yang ia temukan itu, beberapa di antaranya terpaksa dimatikan. Sedangkan sebagian lainnya kabur. Ular-ular itu ditemukan di lingkungan sekolah.

"Kebanyakan ditemukan di gorong-gorong sekolah, di sekitar tempat wudu," ceritanya.


Baca juga: Ular Masuk Rumah akibat Habitatnya Terancam


Munculnya puluhan ular kobra itu membuat petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok menjadi supersibuk belakang ini. Hampir tiap saat petugas menerima laporan warga soal adanya ular.

Komandan Pleton Operasional Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Merdy Setiawan, mengatakan, seharinya rata-rata masuk lima laporan terkait temuan ular.

"Setiap hari ada saja memang, dan rata-rata laporannya mencapai tiga per harinya," kata Merdy.

Diakui dia, tahun ini memang menjadi tahun sibuk bagi Damkar Depok khususnya di bidang penyelamatan ular di permukiman warga.

"Sebetulnya mungkin bukan hanya tahun ini saja, tapi karena tahun ini marak media sosial, jadi lebih ramai aja," ucapnya.

Merdy mengatakan, ada kurang lebih 60 ular yang berhasil diamankan oleh pihaknya.

"Hampir sebagian besar kami serahkan ke komunitas dan pencipta reptil," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Depok, Idris Abdul Shomad, mengatakan, pihaknya akan melibatkan pasukan khusus untuk mengungkap fenomena ini.

"Kalau faktornya adalah habitat mereka terganggu dengan bangunan yang ada harusnya terjadi di tempat-tempat persawahan dan sebagainya," kata Idris

Dia mengatakan akan mengkaji faktor penyebab merebaknya ular di lingkungan warga bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok juga Komunitas Intelijen Daerah.

"Kami sedang mengkaji faktornya itu apa," ucapnya.

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Depok, Rudi Kurniawan, mengkritik pernyataan Wali Kota Depok terkait fenomena ular tersebut. Menurut dia, rencana Idris untuk membentuk tim intelijen terlalu berlebihan.

"Lebay lah kalau sampai mau bikin intelijen dan sebagainya, ini persoalan biasa saja, kalau mau dibentuk intelijen tuh kasus kemarin hepatitis," kata Rudi.

Menurutnya, seharusnya Wali Kota Depok bisa bijak dalam memberikan tanggapan, utamanya terhadap fenomena yang saat ini terjadi dan cukup meresahkan masyarakat.

"Seharusnya ada ungkapan yang lebih bisa meyakinkan masyarakat, seperti penyediaan serum anti bisa ular yang berlebih sebagai antisipasi dan sebagainya," paparnya. (OL-1)

Baca Juga

Antara/Aprilio Akbar

Pemotor yang Berteduh di Bawah Jembatan Layang Akan Dipidana

👤Rahmatul Fajri 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 01:35 WIB
Hal itu terlihat dengan adanya rambu dilarang berhenti yang terpasang di pinggir...
MI/Fransisco Carolio Hutama Gani

Polisi Cek CCTV Cari Pelaku Begal Perwira Marinir saat Bersepeda

👤Rahmatul Fajri 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 00:28 WIB
"Kita identifikasi diduga ada 2 motor dari CCTV, tapi masih kita dalami dari dua motor itu, karena arahnya sama," kata...
Antara

Pemprov DKI Klaim Siap Antisipasi Banjir

👤Anis Putri Yuliani 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 22:50 WIB
"Prinsipnya Pemprov DKI Jakarta akan terus mengupayakan, memastikan tidak ada warga yang terdampak genangan lagi," pungkas...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya