Selasa 17 Desember 2019, 17:00 WIB

Bea Cukai Jawa Timur II Limpahkan Kasus Rokok Ilegal ke Kejaksaan

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Bea Cukai Jawa Timur II Limpahkan Kasus Rokok Ilegal ke Kejaksaan

DOK BEA CUKAI
Petugas Bea Cukai dan Kejaksaan Negeri Malang sedang mendata rokok ilegal sitaan.

 

Untuk mengamankan penerimaan negara dan melindungi masyarakat, Bea Cukai secara kontinu mengawasi peredaran rokok ilegal dan mengamankan para pelaku tindak pidana serta barang bukti penindakan. Salah satu contoh tindak lanjut penanganan kasus oleh Bea Cukai adalah pelimpahan tersangka dan barang bukti atas perkara pengemasan rokok ilegal oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jawa Timur II ke Kejaksaan Negeri Malang, pada Kamis (12/12) lalu.

Kepala Kanwil Bea Cukai Jatim II, Oentarto Wibowo menjelaskan kronologi penindakan pengemasan rokok ilegal tersebut. “Sebelumnya, petugas Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II melakukan penindakan atas 590.840 batang rokok tanpa dilekati pita cukai beserta alat-alat pengemasannya, dengan nilai kerugian negara sebesar Rp218 juta,'' katan Oentarto. "Petugas juga mengamankan pelaku berinisial SM dan KN yang terbukti telah melakukan pelanggaran tindak pidana, yaitu melanggar ketentuan peraturan di bidang cukai dan Pasal 55 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun, serta pidana denda paling sedikit dua kali nilai cukai dan paling banyak sepuluh kali nilai cukai yang seharusnya dibayar,” tambahnya.

Barang bukti yang disita petugas, lanjut Oentarto, selalu ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang telah berlaku, tergantung dari jenis perkara yang ditimbulkan. “Atas barang hasil sitaan, Bea Cukai menindaklanjuti dengan menjadikannya barang milik negara (BMN) yang nantinya akan dimusnahkan, dan dalam hal terjadi tindak pidana, kami akan limpahkan kepada aparat penegak hukum yang berwajib. Dalam kasus ini, berkas perkara kami serahkan ke Kejaksaan Negeri dan telah dinyatakan lengkap (P21),” jelasnya.

Masih menurut Oentarto, perbuatan pelanggaran sekecil apapun memiliki risiko yang besar, hingga sanksi pidana untuk pelakunya. “Perlu kami sampaikan bahwa kami juga senantiasa melakukan sosialisasi aturan cukai terhadap pelaku usaha dan masyarakat. Kami tegaskan, bahwa segala bentuk pelanggaran di bidang kepabeanan dan cukai akan kami tindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Pelimpahan perkara ini merupakan bukti nyata komitmen Bea Cukai dalam rangka memberantas peredaran barang ilegal dan menjadi upaya tegas dari petugas untuk memberikan efek jera kepada para pelaku yang terus mencoba melakukan pelanggaran tersebut. “Semoga penindakan dan penanganan perkara ini dapat memberikan efek jera kepada para pelaku yang terus melakukan pelanggaran, serta dapat mengedukasi seluruh elemen masyarakat terkait bahaya dari peredaran maupun penggunaan barang ilegal,” pungkasnya. (RO/OL-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More