Selasa 17 Desember 2019, 16:00 WIB

Bansos Program Keluarga Harapan Naik Rp40 ribu

Indriyani Astuti | Humaniora
Bansos Program Keluarga Harapan Naik Rp40 ribu

MI/Ramdani
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy.

 

MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy memimpin rapat tingkat menteri (RTM) terkait Program Sembako tahun 2020 di Kantor Kementerian PMK, Jakarta, Selasa (17/12).

Pertemuan itu, imbuhnya, mengevaluasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahun 2019 dan persiapan Program Sembako 2020.

"Bantuan sosial ini akan mulai disalurkan kepada masyakarat pada awal Januari, sehingga diharapkan program bantuan ini dapat dirasakan secepatnya," ujar Muhadjir.

Ia mengatakan penyaluran BNPT diharapkan dapat berdampak signifikan dalam mengentaskan masalah kemiskinan yang saat ini masih berada di angka 9,4 %.

Menteri Sosial Juliari Batubara menambahkan, pada Januari 2020, Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan kesiapan untuk menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) yang nilainya sekitar Rp7 triliun dan BPNT senilai Rp2 triliun.

"Untuk mengurangi beban dan meningkatkan konsumsi di kalangan masyakarat berpendapatan rendah," ucapnya.

Mensos mengatakan terdapat peningkatan indeks bansos pangan dari yang sebelumnya sebesar Rp110.000 menjadi Rp150.000 untuk setiap keluarga penerima manfaat.

Ia berharap penambahan bansos ini dapat memberikan kesempatan bagi masyakarat berpendapatan rendah untuk membeli bahan pangan lebih bervariasi selain beras dan telur seperti ikan, daging, ayam, dan kacang-kacangan.

"Penambahan Rp40.000 merupakan realisasi dari janji Presiden atas Program Sembako, namun pemerintah tidak akan meluncurkan kartu baru, hanya saja penambahan bansos itu akan dimasukkan ke dalam Kartu Keluarga Sejahtera (KKS)," terangnya.

Selain itu Pemerintah juga menekankan bahwa program bantuan tersebut akan berjalan di Provinsi Papua dan Papua Barat dengan kebijakan diskresi.

Dalam keterangan kepada awak media, Menko PMK mengatakan program bantuan itu akan disinergikan dengan program Pemerintah untuk menanggulangi stunting (tengkes).

"Karena itu akan ada kerjasama antara Kementerian Sosial dengan Kementerian Kesehatan untuk mengintervensi langsung dalam pengentasan stunting," tukasnya. (Ind/OL-09)

Baca Juga

Antara

Menkes Belum Setujui Penetapan PSBB yang Diusulkan Anies

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 06 April 2020, 17:11 WIB
Permintaan penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diajukan Gubernur Anies Baswedan belum disetujui oleh Menteri Kesehatan,...
Antara

APD Diproduksi Massal, BNPB Siap Bantu Ekspor

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Senin 06 April 2020, 16:59 WIB
Produksi massal alat pelidung diri (APD) tengah dilakukan di Indonesia. Nantinya bila produksi untuk dalam negeri sudah cukup, Indonesia...
ANTARA FOTO/Zabur Karuru

DPR Desak Peta Penyebaran Virus Korona Dibuka ke Publik

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Senin 06 April 2020, 16:34 WIB
Ketua Komisi VIII, Yandri Susanto, mengatakan bahwa keterbukaan mengenai daerah-daerah terpapar korona secara detail sangat dibutuhkan saat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya