Selasa 17 Desember 2019, 13:17 WIB

Pabrik Pusri NPK II Fusion Mulai Dioperasionalkan

Dwi Apriani | Nusantara
Pabrik Pusri NPK II Fusion Mulai Dioperasionalkan

MI/Dwi Apriani
Pabrik Pupuk Sriwidjaja NPK Fusion II sudah selesai dibangun, dan saat ini sedang dalam ujicoba produksi.

 

PABRIK NPK II Fusion yang dibangun PT Pupuk Sriwidjaja sudah selesai dibangun. Kini, sedang dalam tahap uji coba produksi atau performance test sebelum nantinya bisa memproduksi pupuk NPK (nitrogen phospat kalium) sebanyak 200.000 ton pertahun. Saat ini Pusri mampu memproduksi NPK sebanyak 100.000 ton pertahun, artinya jika nantinya pabrik baru ini beroperasional maka akan mampu memproduksi hingga 300.000 ton per tahun.

Direktur Utama PT Pusri Palembang, Mulyono Prawiro mengatakan, saat ini ujicoba pabrik baru masih dilakukan.

"Kami yakin awal tahun nanti pabrik baru kita ini akan bisa beroperasional, dan sudah dapat mengkomersialkan pupuk NPK sebanyak 200.000 ton per tahunnya," ujar Mulyono Prawiro, Selasa (17/12/2019).

Dengan adanya pabrik tersebut, Pusri mendukung ketahanan pangan nasional. Mulyono menuturkan, angka 200.000 ton per tahun ditambah dengan produksi dari pabrik lama 100.000 ton ini belum begitu besar dibanding dengan produksi NPK dari perusahaan pupuk lain. Jumlah ini akan mampu mendukung pasokan pupuk untuk sejumlah daerah.

Pabrik baru ini, kata Mulyono, juga mendukung strategi perseroan untuk melakukan inovasi dan efisiensi, diversifikasi, dan juga digitalisasi.

"Semoga operasional pabrik ini dapat membuat Pusri semakin sustain dan mendukung pembangunan bangsa, terutama di bidang pertanian," ucapnya.

Mulyono menuturkan, produksi pabrik yang dibangun sejak tahun lalu itu akan ditingkatkan bertahap hingga mencapai 1 juta ton per tahun. Menurut dia, NPK merupakan produk pupuk yang dibutuhkan sektor pertanian pada masa depan karena memiliki unsur majemuk.

Diakuinya, kedepan produksi Pusri Palembang bakal mencakup NPK sebanyak 300.000 ton, urea sebanyak 2,6 juta ton dan amoniak sebanyak 1,5 juta ton per tahun. Menurut Mulyono saat ini pihaknya sudah memenuhi kebutuhan pupuk urea untuk Sumsel, Lampung, Jawa Tengah dan Kalimantan Barat. Selanjutnya akan diperluas ke Kalimantan Selatan dan Tengah.

Sementara untuk pupuk NPK, pemasaran tersebar di Sumsel, Lampung dan Jambi. Namun demikian belum sampai ke Jawa mengingat kapasitas produksi yang masih terbatas.

"Tak hanya itu kami juga telah mengekspor urea untuk pasar negara Asia Tenggara, Asia Timur dan saat ini kami mulai melirik pasar India," terang Mulyono.

baca juga: Presiden Akan Resmikan Tol Pertama di Kaltim Siang Ini

Terkait dengan harga gas saat ini, Mulyono menilai harga gas dinilai belum bersahabat bagi Pusri. Ia menuturkan, saat ini masih terdapat dua pabrik lama milik Pusri yang boros penggunaan gas. Pihaknya berencana akan kembali melakukan revitalisasi pabrik guna menekan konsumsi gas ditengah melejitnya harga gas saat ini.

"Pabrik-pabrik lama yakni Pusri 3 dan 4 akan kita revitalisasi dengan pabrik baru III B. Sebab, jika tidak segera direvitalisasi penggunaan gas boros," ujarnya. (OL-3)

 

Baca Juga

MI/Ignas Kunda

Emi Nomleni Serukan Perempuan Harus Hadir dalam Politik NTT

👤Ignas Kunda 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 22:57 WIB
Merebut kekuasaan yang bertujuan menyejahterakan bukan hanya soal pemenuhan kuota dan jabatan dalam setiap pentas politik khususnya di...
Ilustrasi

10 Napi Tahanan Kejari Denpasar Positif Covid-19

👤Arnoldus Dhae 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 21:05 WIB
Eka Widanta juga mengatakan, selama masa pandemi dengan persidangan sistim online diakui sedikit mengalami perubahan bagi tahanan jaksa...
MI/Kristiadi

Dua Anggota DPRD Positif Korona, Gedung DPRD Garut Tutup 14 Hari

👤Kristiadi 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 20:54 WIB
Namun, untuk sekarang ini pelayanan di Gedung DPRD telah ditutup sementara selama 14 hari ke...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya