Selasa 17 Desember 2019, 11:08 WIB

Tolak Hasil Pilkades, Warga Segel Puskemas dan Sekolah

Ferdinandus Rabu | Nusantara
Tolak Hasil Pilkades, Warga Segel Puskemas dan Sekolah

MI/Ferdiandus Rabu
Sebuah puskemas di Desa Sagu, Kecamatan Adonara disegel oleh sejumlah warga karena kecewa dan menolak hasil pilkadesyang diduga curang.

 

DIDUGA ada kecurangan dalam proses pemilihan kepala desa, sejumlah warga di Desa Sagu, Kecamatan Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT menolak hasil pilkades. Mereka menandai penolakan dengan menyegel dan menutup sejumlah sekolah dan puskesmas.

Aksi penyegelan ini dilakukan untuk meminta pemkab tidak melanjutkan proses pelantikan kepala desa terpilih yang rencananya akan dilakukan besok Rabu (18/12/2019). Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Flores Timur, AKBP Deny Abrahams saat dikonfimasi Selasa (17/12), membenarkan kejadian tersebut dan telah menurunkan sejumlah tim untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Iya benar ada peristiwa tersebut. Ada empat SD, satu puskesmas dan kantor desa yang ditutup sejumlah warga karena kecewa dan menolak hasil pilkades yang diduga ada kecurangan. Penutupan fasilitas publik tersebut sudah sejak Senin (17/12) dan berlanjut hingga hari ini Selasa (17/12). Penutupan ini untuk mendesak pemda menunda proses pelantikan pada besik nanti. Ada dua pasangan calon saat pilkades itu. Dalam perjalananan, salah satu calon yang kalah, yaitu Kamba mantan kepala desa ini mengaku ada kecurangan, sehingga akhirnya bersama sejumlah warga menolak hasil pilkades. Ia meminta pelantikan ditunda sementara," terang Deny Abrahams.

Kamba udah melayangkan gugatan ke pemda terkait adanya dugaan kecurangan. Fasilitas publik yang ditutup tersebut diklaim dibangun di atas tanah milik Kamba yang konom keturunan raja dan tuan tanah di sana.

"Kami juga telah berkoordinasi dengan polsek di sana. Sementara melakukan sistem rayonisasi dulu untuk melakukan pengamanan. Sejumlah tim telah diturunkan untuk melakukan penyelidikan terkait peristiwa penutupan fasilitas tersebut. Saya dan personil kepolisian telah mengimbau warga untuk menahan diri dan menyerahkan semua melalui proses hukum. Jika tidak terima hasil pemilihan maka dapat dilakukan gugatan sesuai aturan yang berlaku untuk menghindari tindakan anarkis," sambung Kapolres Deny.

baca juga: Kompetisi Bali Christmas Choir Libatkan Juri Asing

Lebih lanjut, kapolres Deny pun menambahkan saat ini upaya mediasi terus dilakukan untuk mengatasi konflik tersebut.

"Saya dapat info dari Kapolsesk Adonara bahwa hari ini juga digelar pertemuan antara camat dengan pihak penguggat untuk mendengarkan lebih jauh persoalan tersebut. Mudah-mudahan bisa menemukan solusinya sehingga bisa diselesaikan secepatnya. Kita berharap semua tetap yang terbaik. Dan samapi saat ini situasi masih relatif aman dan kondusif," pungkas Kapolres. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More