Selasa 17 Desember 2019, 09:20 WIB

Potensi Bencana masih Besar

Nurul Hidayah | Nusantara
Potensi Bencana masih Besar

ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/ama
Ilustrasi -- Sejumlah warga antre untuk mendapatkan jatah saat penyaluran air bersih di Krangkeng, Indramayu, Jawa Barat, Jumat (28/6/2019).

 

MEMASUKI musim penghujan, ­warga di berbagai daerah ­diminta mewaspadai bencana yang bisa terjadi. Di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pemerintah daerah setempat mewanti-wanti soal bencana alam yang biasa terjadi sepanjang musim hujan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu Edi Kusdiana menjelaskan Kabupaten Indramayu tidak luput dari kebencanaan selama musim penghujan.

“Bencana yang rawan terjadi di musim penghujan di Indramayu seperti angin puting beliung, banjir, dan longsor pada tanggul sungai,” ungkap Edi, kemarin.

Sebelumnya, angin puting beliung telah melanda tiga kecamatan di Kabupaten Indramayu, yaitu Kecamatan Bangodua, Widasari, dan Cikedung. “Dampaknya memang tidak terlalu parah, hanya menerbangkan genting rumah warga. Namun, tetap harus diwaspadai,” kata Edi.

Terkait bencana banjir, menurut Edi, saat ini belum terjadi. Meski begitu, potensi tanggul sungai longsor bisa terjadi sewaktu-waktu. Adapun tanggul yang berpotensi longsor terdapat di sepanjang aliran Sungai Cima-nuk, terutama di titik yang telah dipetakan kritis.

Terpisah, BPBD Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir bandang dan puting beliung. Pasalnya, beberapa kali hujan deras kadang kala disertai angin kencang.

Di sisi lain, Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur Mochammad Irfan Sofyan mengatakan, bersamaan dengan mulai tingginya intensitas curah hujan, potensi bencana yang kerap terjadi tidak hanya banjir dan tanah longsor, tetapi juga puting beliung dan banjir bandang.

“Kami imbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi puting beliung dan banjir bandang. Dalam kurun beberapa pekan terakhir, hujan deras selalu disertai angin kencang, termasuk juga banjir bandang akibat luapan aliran sungai,” kata Irfan, kemarin.

Kirim surat

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengirimkan surat kepada kepala daerah di 34 provinsi mengenai antisipa-si bencana hidrometeorolgi yang rawan terjadi saat mu-sim hujan.

Sesuai prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah di Indonesia akan mengalami musim hujan lebih dahulu.

“Sejak Oktober kami sudah kirim surat ke seluruh kepala daerah dan BPBD di seluruh Indonesia untuk imbauan bencana hidrometeorlogi yang berpotensi terjadi saat musim hujan dan pancaroba seperti angin puting beliung, banjir, dan tanah longsor,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Agus Wibowo ketika dihubungi di Jakarta, kemarin.

Dia menyebutkan zona provinsi yang masuk musim penghujan terlebih dahulu antara lain Provinsi Aceh, Sumatra Utara, Riau, ­Sumatra Barat, dan Kalimantan Timur.

Mereka, kata Agus, perlu melakukan antisipasi termasuk memantau wilayah yang rentan mengalami banjir ataupun tanah longsor. Banjir bandang, kata Agus, telah terjadi di beberapa wilayah, antara lain di Sigi, Sulawesi Tengah, dan Solok, Sumatra Barat.

BNPB, terangnya, menganggarkan Rp3 miliar untuk antisipasi bencana saat akhir tahun. “Dana itu untuk antisipasi banjir terutama zona-zona yang sudah masuk musim hujan lebih dahulu berupa dana siap pakai,” ucapnya.

Sejauh ini, BNPB telah memberikan bantuan dana untuk daerah di Solok Selatan saat banjir pada 20 November. (BB/Ind/MR/LD/RF/YK/AS/YP/N-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More