Selasa 17 Desember 2019, 09:50 WIB

Muhammadiyah hanya Inginkan GBHN

Putra Ananda | Politik dan Hukum
Muhammadiyah hanya Inginkan GBHN

MI/MOHAMAD IRFAN
Ketua MPR Bambang Soesatyo didampingi Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (kiri) disambut Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (kanan).

 

PP Muhammadiyah berharap amendemen UUD 1945 tidak melenceng dari penerapan kembali Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Amen­­demen konstitusi harus didasarkan pada kepentingan yang pa­ling mendasar dan mendesak ter­kait  dengan hidup kebangsaan.

“Apa yang perlu penguatan? Yakni GBHN. Kita tahu bahwa di pembukaan UUD 45 ada prinsip-prinsip men­dasar kita dalam berbangsa tentang tujuan nasional, kewajiban pemerintahan, kemudian juga prin­sip-prinsip kita merdeka, dan sebagainya,” ujar Ketua Umum PP Mu­hammadiyah, Haedar Nashir, di Jakarta, kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, PP Muhammadiyah menerima kun­jung­an silaturahim kebangsaan da­ri sejumlah pimpinan MPR, yakni Ketua MPR Bambang Soesatyo yang didampingi Wakil Ketua Hidayat Nur Wahid, Zulkifli Hasan, dan Ar­sul Sani.

Menurut Haedar, nilai-nilai dasar negara tidak mungkin dibiarkan begitu saja tanpa terelaborasi dalam GBHN. Namun, dirinya berpesan ke­pada MPR agar amendemen UUD 1945 tidak mengubah aturan terkait dengan proses pemilihan dan masa jabatan presiden maupun wakil presiden.

Ia mengingatkan pemilihan presi­den dan wakil presiden secara lang­sung merupakan buah dari re­­formasi. Karena itu, Muhammadiyah memandang bahwa tonggak pertama reformasi tersebut harus tetap dipertahankan.

“Untuk sampai GBHN yang representatif­ tentu perlu ada kajian yang mendalam dan tidak tergesa-gesa. Dalan konteks ini, juga ada konsekuensi penguatan MPR, yakni menetapkan GBHN,” tambah Haedar.

Ketua MPR Bamsoet menyatakan akan menampung semua saran dan masukan yang disampaikan Muhammadiyah. MPR sepakat bahwa penerapan GBHN melalui amendemen UUD 1945 harus dilakukan secara cermat.

“Kami sepakat bahwa apa yang disampaikan ketum PP Muhamdiyah bahwa pembahasan GBHN harus melalui kajian yang dalam dan hati-hati betul dan harus memenuhi kebutuhan mendasar rakyat kita yang menuju kepada kemajuan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, MPR juga menyambut baik saran dan pemikiran Muhammadiyah yang menyatakan bahwa pemilihan presiden tetap dilaksanakan melalui pemilihan langsung.

“Maksimum dua periode dan dipilih langsung oleh rakyat disampaikan itu menjadi catatan penting bagi kami, dan memang tugas kami di MPR adalah menyelesaikan pekerjaan rumah periode lalu. Amendemen terbatas tidak membahas yang lain dan hanya membahas perlunya GBHN,” tutur Bamsoet. (Uta/P-2)

Baca Juga

ANTARA/Aditya Pradana Putra

Pascaditangkap KPK, Akun Instagram Edhy Prabowo Menghilang

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 26 November 2020, 09:20 WIB
Dalam postingan terakhir Edhy di akun @edhy.prabowo yang dipantau Media Indonesia, terlihat unggahan kegiatan kerja Edhy di Amerika...
ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Ditangkapnya Edhy Prabowo akan Pengaruhi Elektabilitas Gerindra

👤Cindy Ang 🕔Kamis 26 November 2020, 08:03 WIB
"Alasannya, sederhana saja, Edhy Prabowo merupakan anak emasnya Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Partai Gerindra Prabowo Subianto....
Dok MI ROMMY PUJIANTO

Politisi NasDem Tuding Rocky Gerung Fitnah Gerindra

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 November 2020, 06:54 WIB
Rocky menyebut Gerindra akan membalas dendam setelah Edhy Prabowo ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya