Selasa 17 Desember 2019, 05:40 WIB

Tantangan bagi Program Sejuta Rumah

Tesa Oktiana Surbakti | Ekonomi
Tantangan bagi Program Sejuta Rumah

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Foto udara pembangunan rumah bersubsidi di Banyuasin, Sumatra Selatan, beberapa waktu lalu.

 

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) mengumumkan pembangunan program Sejuta Rumah mencapai 1,21 juta unit per Desember 2019. Adapun target yang ditetapkan pemerintah pada tahun ini sekitar 1,25 juta unit.

Direktur Jenderal Penyedia­an Perumahan Kementerian PU-Pera Khalawi Abdul Hamid mengungkapkan, capaian prog­ram Sejuta Rumah itu termasuk program peningkatan kualitas rumah tidak layak huni melalui bantuan stimulan perumahan swadaya. Pada tahun depan, lanjut dia, terdapat sejumlah tantangan dalam pembangunan perumahan.

Tantangan itu seperti ke­terbatasan lahan perumahan, keterbatasan kemampuan pendanaan pemerintah, selisih antara pasokan rumah dan kebutuhan (backlog), dan rumah tidak layak huni yang masih besar.

“Tantangan lain, yaitu pemenuhan sustainable deve­lopment goals (SDGs) serta tuntutan masyarakat terhadap kualitas rumah layak huni. Kami juga masih menghadapi tantangan pengendalian urban sprawl,” jelas Khalawi melalui pesan singkat, kemarin.

Lebih lanjut, dia menyoroti tantangan pengembangan teknologi dan metode konstruksi perumahan yang efisien dan berkualitas. Perampingan aturan (omnibus law) dan penyederhanaan regulasi pun menjadi tantangan tersendiri.

Disinggung target pada 2020, Khalawi mengatakan, pemerintah berkomitmen melanjutkan program Sejuta Rumah yang disertai langkah penguat­an dan inovasi. “Target prog­ram Sejuta Rumah pada 2020 minimal sama dengan capaian tahun ini,” imbuhnya.

Khalawi optimistis program Sejuta Rumah pada tahun ini mencapai target, yakni 1,25 juta unit. Sepanjang 2015-2018, realisasi pembangunan perumahan tercatat 3,54 juta unit, termasuk untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dengan rincian 2,48 juta unit khusus MBR dan 1,06 juta unit non-MBR.

“Kami melihat pembangunan perumahan selama ini berhasil menekan angka backlog, khususnya untuk MBR. Namun, ke depan, pemerintah meningkatkan pemenuh­an perumahan bagi seluruh masyarakat, khususnya MBR,” tutup Khalawi.

Harusnya lebih tinggi

Di sisi lain, pengamat pro­perti sekaligus Direktur Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda berpendapat capaian program Sejuta Rumah pada tahun ini seharusnya lebih tinggi jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Itu karena besarnya kebutuhan rumah dari masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Seperti diketahui, backlog di Tanah Air berkisar 11,4 juta unit.

“Seharusnya capaian tahun ini dapat lebih tinggi lagi karena permintaan memang cukup tinggi. Apalagi, permintaan dari segmen menengah bawah. Anggaran perumahan juga harus lebih besar pada tahun depan,” ujar Ali saat diminta tanggapan, kemarin.

Dia mengamini capaian prog­ram sejuta rumah 1,21 juta unit pada tahun ini lebih tinggi dari realisasi 2018 sebesar 1,13 juta unit.

Akan tetapi, realisasi sepanjang tahun ini dikatakannya mencakup unsur rumah swadaya dan rumah khusus, yang sejatinya tidak dapat dimasukkan dalam pencapaian.

Pemerintah, lanjut dia, perlu menyiapkan hunian yang terkoneksi dengan transit oriented development (TOD). Ini khususnya untuk hunian di wilayah perkotaan.

“Pemerintah diharapkan tidak hanya fokus pada fisik yang terbangun, tapi juga memastikan manfaat dari hunian tersebut,” pungkas Ali. (S-3)

Baca Juga

Ist/Kementan

Serahkan 100 Ribu Bibit Pala, Mentan SYL: Kita Kuasai Pasar Dunia

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 18:34 WIB
Salah satu teknologi perkebunan yang telah dihasilkan Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balitri) adalah pala varietas...
MI/Andri Widiyanto

Kadin Optimistis Normal Baru Bakal Tingkatkan Kegiatan Ekonomi

👤Hilda Julaika 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 17:30 WIB
Dalam beberapa pekan pertama new normal, peningkatan ekonomi diprediksi akan pulih secara...
ANTARA

Bali Segera Terapkan New Normal, Penerbangan Lakukan Persiapan

👤Hilda Julaika 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 17:15 WIB
Bagi penumpang yang hendak masuk ke Bali melalui Bandara International I Gusti Ngurah Rai Bali hendaknya harus mempersiapkan diri dengan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya