Senin 16 Desember 2019, 19:25 WIB

BP Jamsostek Cabang Jakarta Sudirman Meraih Penghargaan

mediaindonesia.com | Ekonomi
BP Jamsostek Cabang Jakarta Sudirman Meraih Penghargaan

Istimewa
BP Jamsostek Cabang Jakarta Sudirman meraih penghargaan dari Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDMK) Kemenkes.

 

BP Jamsostek Cabang Jakarta Sudirman meraih penghargaan dari Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDMK) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan Komite Internsip Dokter Indonesia (KIDI), untuk kategori Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Dokter Internsip.

Penghargaan tersebut diberikan pada kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Komite Internsip Dokter Indonesia (KIDI) yang diselenggarakan di Denpasar, Bali pada 10–13 Desember 2019.

Penyerahan piagam penghargaan diberikan Ketua Komite Internsip Dokter Indonesia (KIDI), Dr. Pattiselanno Roberth Jonan, MARS yang diterima langsung oleh Erni Purnamawati, Kepala Kantor Cabang BP Jamsostek Jakarta Sudirman, disaksikan Kepala PPSDMK Kemenkes RI Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS di Denpasar, Bali, Kamis (12.12)

Sebaliknya, BP Jamsostek Jakarta Sudirman memberikan penghargaan kepada Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDMK) Kemenkes RI atas prestasi dan inovasi dalam perlindungan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Erni mengatakan, penghargaan ini lebih memotivasi Kantor Cabang Jakarta Sudirman untuk terus meningkatkan pelayanan.

“Kami mengucapkan terima kasih adanya apresiasi terhadap kewajiban kami memberikan perlindungan kepada Dokter Internsip. Ini memacu kami untuk lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan, tidak hanya pada Dokter Internsip tapi pada semua peserta BP Jamsostek,” ungkap Erni.

Sementara itu, Kantor Cabang BP Jamsostek Jakarta Sudirman juga menyerahkan secara simbolis santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp151.800.000 kepada Lenny Widio Wati sebagai ahli waris almarhum Raden Sakya Pradipta Gunadarma.

Raden Skya adalah dokter internsip yang meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas saat berangkat kerja, kecelakaan terjadi di Jl. Raya Nagosari Andong Dk Sumur Timpang, Desa Mojo, Kecamatan Andong Boyolali, Jawa Timur, pada 5 Desember 2019.

Erni menjelaskan, sejak tahun 2016 hingga saat ini Badan PPSDMK Kemenkes RI telah mendaftarkan 47.315 Dokter Internsip yang ditugaskan di seluruh Indonesia dan BP Jamsostek telah membayarkan klaim sebesar Rp 675.590.368 yang terdiri dari 28 Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) Rp 459.590.368 serta sembila Jaminan Kematian (JKM) Rp216.000.000.

Tidak hanya pada saat bekerja, lanjut Erni, namun BP Jamssotek  juga melindungi para dokter saat perjalanan menuju tempat kerja hingga pulang kembali ke rumah, sebelum penempatan dinas, Dokter Internship diberikan pembekalan khusus tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang diselenggarakan oleh BP Jamssotek.

 “Manfaat program BP Jamssotek telah dirasakan langsung oleh para Dokter ada yang mengalami Kecelakaan Kerja, bahkan ada yang meninggal dunia pada saat bertugas,” ujar Erni. (OL-09)

Di kesempatan yang sama Kepala  Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS menyampaikan, “Ucapan terima kasih atas pelayanan dan sudah diberikan oleh BPJAMSOSTEK Jakarta Sudirman. Kami harapkan Dokter Pemberdaya Gunaan Dokter Spesialis (PGDS) dan tenaga kesehatan Nusantara Sehat Indonesia (NSI) segera menyusul memperoleh perlindungan agar meningkatkan rasa aman dalam bekerja,”.

Ketua KIDI Pusat DR. Pattiselanno Roberth Jonan, MARS turut menyampaikan, “Ini merupakan apresiasi atas kecepatan respon dari BPJAMSOSTEK terhadap setiap kasus yang menimpa Dokter Internsip,”.

“Kami harapkan Dokter Pemberdaya Gunaan Dokter Spesialis (PGDS) dan tenaga kesehatan Nusantara Sehat Indonesia (NSI) segera menyusul memperoleh perlindungan program BPJS Ketenagakerjaan agar meningkatkan rasa aman dalam bekerja,” ujar Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS kepada wartawan yang meliputnya.

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More