Senin 16 Desember 2019, 19:02 WIB

KS-NIK Disetop, Warga Bekasi Kepung DPRD

Gana Buana | Megapolitan
KS-NIK Disetop, Warga Bekasi Kepung DPRD

Mi/Gana Buana
Warga berdemo di depan DPRD Kota Bekasi soal KS-NIK

 

RATUSAM warga Bekasi, Jawa Barat memblokir akses jalan menuju Kantor DPRD Kota Bekasi di Jalan Chairil Anwar, Bekasi Timur, Senin (16/12) siang. Aksi tersebut dilakukan lantaran warga tidak diperkenankan masuk ke halaman DPRD.

Massa yang mengatasnamakan pejuang kartu sehat (KS-NiK) itu memilih duduk-duduk di jalan. Padahal, akses jalan tersebut dimanfaatkan pengendara untuk bisa menuju ke gerbang tol Bekasi Timur.

Akibatnya, polisi harus mengalihkan kendaraan yang hendak melintas dari arah barat menuju timur ke jalur alternatif.

“Kami meminta agar DPRD berpihak kepada masyarakat. Jangan malah membentuk kekuatan untuk meniadakan kebijakan yang telah berpihak kepada rakyat kecil,” kata Koordinator Aksi, Latief, Minggu (16/12).

Menurut Latief, aksi demontrasi ini menuntut agar dewan dapat mendukung penuh kebijakan Pemerintah Kota Bekasi dalam sistem Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) dalam produk Kartu Sehat berbasis Nomor Induk Kependudukan (KS-NIK).

Baca juga : Layanan KS-NIK di Bekasi Dihentikan

Sebab, kabar yang beredar, diberhentikannya Kartu Sehat milik Kota Bekasi atas dorongan DPRD Kota Bekasi.

“Kebijakan layanan Jamkesda amat membantu warga Kota Bekasi. Harusnya (DPRD) berpihak pada itu,” jelas dia.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi PDI Perjuangan, Arief Rahman Hakim membantah jika dikatakan pemberhentian Kartu Sehat adalah keinginan dewan.

“Saya tegaskan jika semua Fraksi di DPRD Kota Bekasi telah menyetujui dan menganggarkan Kartu Sehat dengan besaran nilai mencapai Rp400 miliar,” katanya, di tengah pendemo.

Menurut dia, pemberhentian Kartu Sehat itu atas Undang-Undang dan Permendagri yang menyebut Jamkesda harus terintegrasi dengan Jaminan Kesehatan Nasional (Jamkesnas) melalui Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“Kalau kita (DPRD) sudah bersepakat dengan Wali Kota Bekasi. Bahkan kami juga mendukung Pemkot untuk melakukan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi (MK). Jadi kita ini (DPRD) hanya menjadi korban opini dan tersudut menjadi dalang dihentikannya KS,” tandas dia. (OL-7)

Baca Juga

MI/Pius Erlangga

Pasien Sembuh di Wisma Atlet Kemayoran Bertambah 155 Orang

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 31 Mei 2020, 10:55 WIB
Dalam sehari, pasien yang dinyatakan sembuh dari covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran bertambah 155...
MI/Susanto

Tantangan New Normal di Transportasi Umum

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 31 Mei 2020, 10:15 WIB
Pengamat MTI Djoko Setijowarno mengatakan permasalahan terbesar new normal adalah bagaimana kemampuan kapasitas angkutan umum massal dapat...
 Dok Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI

Dinas Gulkarmat Lakukan Penyemprotan Disinfektan di 46 Lokasi

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 31 Mei 2020, 08:25 WIB
Dinas Gulkarmat DKI Jakarta melakukan penyemprotan disinfektan atau sterilisasi lingkungan di fasilitas umum, fasilitas sosial, dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya