Senin 16 Desember 2019, 18:37 WIB

Pengamat Bingung Jokowi Bolak-Balik Curhat Defisit Perdagangan

Ihfa Firdausya | Ekonomi
Pengamat Bingung Jokowi Bolak-Balik Curhat Defisit Perdagangan

Antara
Sebuah kapal tanker pengangkut LPG berlabuh di Jetty Pertamina RU VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (27/12/2018).

 

PRESIDEN Joko Widodo kesal lantaran neraca perdagangan Indonesia kembali mengalami defisit pada November 2019 sebesar US$1,33 miliar. Menurut Jokowi, defisit neraca perdagangan ini terjadi karena impor Indonesia lebih besar dari ekspor.

Pengamat Ekonomi Senior Enny Sri Hartati mengaku bingung dengan kekesalan presiden. "Kita saja bingung (dengan kekesalan Jokowi). Kan Pak Jokowi itu selama setahun terakhir di berbagai kesempatan selalu ngomongin masalah defisit neraca perdagangan," ujarnya ketika dihubungi Media Indonesia, Senin (16/12).

Enny menambahkan, Presiden Jokowi seharusnya menunjuk menteri perdagangan yang betul-betul memahami persoalan. "Tapi ini menteri perdagangannya saja enggak jelas. Track recordnya enggak ada," ungkapnya.

Baca juga: Bengkel Kerja Bagi Disabilitas Ikut Wujudkan Harapan Presiden

Lebih jauh Enny mengatakan, ketika kondisi ekonomi dunia menghadapi perlambatan, maka dipastikan ekspor Indonesia babak belur. Hal itu mengakibatkan tekanan terhadap neraca perdagangan dan ketahan industri dalam negeri.

"Artinya dari sisi ekspor kita memang benar-benar enggak berdaya karena sangat tergantung permintaan negara-negara industri, dari sisi ketahanan industri kita lemah. Jadi, itu yang menyebabkan defisit neraca perdagangan kita enggak terkendali," pungkasnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data neraca perdagangan Indonesia pada November 2019 yang tercatat defisit USD1,33 miliar. Defisit tersebut berasal dari ekspor November sebesar US$14,01 miliar, sedangkan nilai impor lebih tinggi yakni sebesar US$15,34 miliar. (Ifa/A-5)

Baca Juga

ANTARA

Menaker: Realisasi BSU Sudah Mencapai Rp21,3 Triliun

👤Despian Nurhidayat 🕔Rabu 25 November 2020, 12:48 WIB
Realisasi ini dikatakan terdiri dari dua gelombang, di mana pada gelombang pertama sudah tersalurkan Rp14,7 triliun kepada 12,25 juta...
Antara/Hafidz Mubarak

Presiden: Menteri Harus Fleksibel Gunakan Anggaran

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 25 November 2020, 12:22 WIB
Presiden tidak ingin ada kebijakan-kebijakan di tingkat kementerian/lembaga yang menghambat penyerapan dana terutama untuk penanganan...
Dok.Metro TV

Pandemi Hantam Sektor Energi, Pemerintah Lakukan Langkah Strategis

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 25 November 2020, 09:33 WIB
Untuk mendukung program pemulihan ekonomi nasional (PEN), pemerintah melalui Kementerian ESDM telah memberikan tiga program stimulus bagi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya