Senin 16 Desember 2019, 18:12 WIB

Menkeu Segera Rampungkan Draf Omnibus Law Perpajakan

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Menkeu Segera Rampungkan Draf Omnibus Law Perpajakan

Antara/Galih Pradipta
Menteri Keuangan Sri Mulyani di gedung DPR

 

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengharapkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) cepat menyelesaikan pembahasan Rancangan Undang Undang (RUU) Omnibus Law Perpajakan yang sudah masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2020 demi mewujudkan perbaikan ekonomi Indonesia.

"Kami berharap bisa segera dilaksanakan nanti pada masa sidang 2020. Karena materinya sudah familiar dan jumlahnya tidak terlalu banyak dari sisi jumlah pasalnya, serta bidang-bidang subjeknya yang sudah didiskusikan, maka kami berharap diselesaikan cukup cepat," kata Sri Mulyani usai melakukan rapat dengan pimpinan DPR, di DPR, Jakarta, Senin (16/12).

Ani, sapaan karib Sri Mulyani memastikan akan segera menyerahkan draf RUU Omnibus Law Perpajakan bersamaan dengan Surat Presiden (Surpres) pada pekan ini kepada DPR.

"Nanti akam disampaikan langsung oleh Bapak Presiden melalui Surpres. Insya Allah bisa diselesaikan minggu ini," terang Ani.

Ia menambahkan, dalam RUU Omnibus Law Perpajakan ada 28 pasal dari 7 UU yang akan diamandemen menjadi satu kesatuan.

Baca juga ; Tunggu Surpres, DPR Belum Pastikan Omnibus Law Rampung 3 Bulan

Ke-7 UU itu diantaranya, UU tentang Pajak Penghasilan, UU tentang Pajak Pertambahan Nilai, UU tentang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan, UU Kepabeanan, UU Cukai, UU Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dan UU Pemerintah Daerah.

Sementara 28 pasal yang diamandemen itu akan dimasukkam ke dalam 6 klaster seperti pendanaan investasi, sistem perpajakan teritorial, subjek pajak orang pribadi, kepatuhan wajib pajak, ekonomi digital dan insentif pajak.

Di kesempatan yang sama, Ketua DPR Puan Maharani, menyatakan ke-6 klaster yang ada dalam RUU Omnibus Law Perpajakan itu tidak akan langsung dapat dirasakan hasilnya pada saat RUU disahkan.

"Meskipun bisa diselesaikan 2020, dampaknya baru akan terlihat tahun paling cepat 2021 atau 2022. Namun segala sesuatu itu harus kita persiapkan," pungkas Puan. (OL-7)

Baca Juga

Dok Taspen

PT Taspen Raih Peringkat idAAA dengan Outlook Stabil

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 06:57 WIB
Peringkat yang diberikan pada 19 Oktober 2020 itu mencerminkan peran kunci perusahaan dalam menyediakan jasa asuransi sosial kepada ASN di...
ANTARA

Meningkatnya Pemimpin Perempuan di BUMN Wujud Inovasi

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 01:30 WIB
Kementerian BUMN berharap muncul talenta-talenta terbaik untuk memajukan kinerja dan performa...
ANTARA/Dedhez Anggara (STR)

Target Tinggi, Akselerasi FLPP Tahun Depan Mesti lebih CepatĀ 

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 22:15 WIB
Dengan target penyaluran KPR FLPP 2021 sebesar 157.500 unit senilai Rp19,1 triliun, bank pelaksana harus bekerja dua kali...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya