Senin 16 Desember 2019, 09:23 WIB

Rasio Elektrifikasi di Sulawesi Capai 98,25 Persen

Lina Herlina | Nusantara
Rasio Elektrifikasi di Sulawesi Capai 98,25 Persen

Antara
Elektrifikasi Sulawesi capai 98,25 persen

 

RASIO elektrifikasi di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) hingga akhir tahun ini mencapai 98,25 persen atau 3,13 juta pelanggan listrik.

PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulselrabar menargetkan tahun depan tingkat rasio elektrifikasi dapat mencapai 100 persen, karena sampai saat ini masih surplus 600 mega watt (MG).

''Itu sudah target nasional. Makanya per tahun ini terakhir, ada kegiatan lampu tenaga surya hemat energi yang dicanangkan oleh pemerintah pusat itu dalam bentuk solar cel yang diberikan kepada masyarakat di pulau-pulau, dengan pembagian, satu rumah satu unit. Itu dalam rangka pencapaian target ini," urai Anggriani, Kepala Sub Bagian Program Dinas ESDM Sulsel, Senin (16/12).

Sayangnya, kata Aggriani, lampu tenaga surya hemat energi (LTSHE) yang digunakan sekarang ini, tidak terlalu efektif untuk digunakan dalam jangka panjang. "Umurnya maksimal lima tahun. Tapi karena harus teraliri listrik dulu, maka kualitas nanti akan di bahas oleh pihak PLN untuk persoalan berkelanjutan," katanya

Dan memang untuk Sulsel sendiri, dari data Dinas ESDM Sulsel pe Juli 2019, masih ada sebanyak 89 desa dan dusun, dari pulukan kecamatan di 13 kabupaten di Sulsel yang masih menggunakan listrik non PLN atau masih menggunakan LTSHE.

13 kabupatennya, yaitu Tana Toraja, Toraja Utara, Luwu, Luwu Utara, Kepulauan Selayar, Pinrang, Takalar, Luwu Timur, Pangkajene Kepulauan, Sinjai, Sidenreng Rappang, Maros, dan Gowa.

Meski demikian, PLN total juga massif dalam melistriki daerah pulau. Misal ketahuan ada yang tidak ada listriknya, mereka (PLN) segera memasukkan genset seperti di Selayar baru-baru ini ada satu pulau yang ditambahkan kapasitas gensetnya.

"Memang tidak bisa sekaligus. Tapi setidaknya tidak gelap gulita dulu. Bertahap lah, jadi ada solusi jangka pendek ada menengah dan jangka panjang," sambung Anggriani.

Sebelumnya, PT PLN Wilayah Sulselrabar telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, yang menurut Syamsul Huda, Direktur Bisnis PLN Wilayah Sulawesi, saat ini PLN siap melayani kebutuhan listrik di Sulawesi Selatan.

"Dengan adanya nota kesepahaman antara PLN dengan Pemprov Sulsel, sinergi dalam pembangunan dan pengembangan sistem kelistrikan Provinsi Sulawesi Selatan semakin kuat," tandas Syamsul.

Ada pun kondisi kelistrikan di Sistem Sulawesi Bagian Selatan, daya mampu 1.525 MW, beban puncak 884 MW, dan cadangan sistem 641 MW. (OL-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More