Minggu 15 Desember 2019, 16:35 WIB

Mentan Jamin Urusan Makan masih Aman hingga Maret 2020

Lina Herlina | Nusantara
Mentan Jamin Urusan Makan masih Aman hingga Maret 2020

MI/Lina Herlina
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (15/12).

 

MENTERI Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menjamin ketersediaan pangan nasional aman hingga Maret 2020 dengan adanya surplus 4 juta ton beras.

Hal itu dikemukakan Mentan Syahrul Yasin Limpo di sela pencanangan Gerakan Agripreneur dan Tiga Kali Lipat Ekspor di Monumen Mandala, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (15/12).

Mentan mengatakan, ketersediaan pangan itu sudah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan sudah dicek di lapangan jika beras untuk konsumsi nasional terbilang aman hingga Maret 2020.

"Kami menjamin makan kita sampai Maret aman. Memang kemarau panjang November hingga awal Desember ada minus, namun masuk Desember hingga Maret kita akan overstock 4 juta ton," kata Syahrul.

Begitu pula jika terjadi banjir yang diperkirakan BMKG pada Januari-Februari 2020, Mentan yang juga mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu meyakinkan, pangan nasional dalam kendali.


Baca juga: Banjir Rendam Lima Kabupaten di Riau, Dua Orang Tewas


Kendati demikian, lanjut dia, dari 34 provinsi ada 10 provinsi yang di antaranya masuk kategori rawan pangan dan dalam pantauan.

"Ada 10 provinsi rawan dalam pangan, terutama Papua. Perintah Presiden untuk mengangkut pakai heli ke lokasi itu," ujarnya.

Kategori rawan pangan itu terjadi akibat pengaruh musim atau kendala distribusi karena medannya yang cukup sulit dijangkau seperti di Papua yang medannya bergunung-gunung.

Pada kegiatan Tani on Stage di kawasan Monumen Mandala itu, Syahrul Yasin Limpo melepas gerak jalan santai bersama binatang kesayangan dan juga menyempatkan diri meninjau stan pameran produk-produk hasil pertanian. (Ant/OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More