Minggu 15 Desember 2019, 16:25 WIB

Pemenuhan Hak Anak Dapat Ciptakan SDM Unggul

Rifaldi Putra Irianto | Humaniora
Pemenuhan Hak Anak Dapat Ciptakan SDM Unggul

Medcom.id
Ilustrasi kebersamaan ayah dan anak.

 

KEMENTERIAN Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menghimbau kepada para orang tua untuk dapat memenuhi hak-hak pada anak, guna menciptakan anak-anak yang bekualitas unggul.

"Kita ketahui bersama ketika bicara anak, kurang lebih 30,5% populasi penduduk Indonesia adalah anak-anak, oleh sebabnya sangat penting bagaimana kita bisa memenuhi hak mereka dan melindungi hak mereka," kata Menteri PPPA, I Gusti Ayu Bintang Puspayoga, dalam sambutannya pada kegiatan Kampanye EduAksi Permainan Tradisional Indonesia dan EduAksi Pengasuhan Anak, di RPTRA Kalijodo, Jakarta, Minggu (15/12).

Ia mengatakan, setidaknya ada 31 hak anak yang perlu dipenuhi dan menjadi tugas bersama, salah satu di antaranya ialah hak atas pemanfaatan waktu luang bagi anak.

"Sekiranya ada 31 hak anak yang harus kita penuhi, dimana salah satu nya adalah tentang pemanfaatan waktu luang bagi anak. Salah satu yang dapat dilakukan oleh orang tua yakni melalui permainan tradisional, Kalau lihat permainan tradisional itu hemat dari alat tapi kaya akan manfaatnya," ucapnya.

"Dengan kita memenuhi hak anak, mudah-mudahan harapannya ked epan bagaimana kita tidak hanya melahirkan anak-anak pintar tapi melahirkan anak-anak berkualitas yang mandiri, kreatif, inofatif, serta sehat mental dan spritual," imbuhnya.


Baca juga: Syarat Publikasi Penelitian melalui Scopus Persulit Kelulusan


Sementara itu, psikolog anak, Seto Mulyadi atau akrab di panggil Kak Seto, mengatakan, untuk dapat memenuhi hak-hak anak para orangtua dituntut untuk selalu memberikan rasa cinta.

"Para orangtua dituntut harus terus tersenyum dalam menghadapi anak, dalam mendidik anak kita harus melakukannya dengan kekuatan cinta, agar anak bahagia," sebut Kak Seto.

Ia mencontohkan, ketika orangtua berada di posisi di mana anak-anak membuat kesal atas kelakuan yang dibuatnya orangtua harus tetap sabar dalam menghadapi hal tersebut.

"Kita boleh membentak anak, tapi dengan nada indah kalau bisa bentaknya dengan menyanyi. Orangtua harus siap menjadi penghibur serbabisa, untuk memberikan hak kebahagiaan pada anak. Terkadang orangtua harus bisa jadi penyanyi," sebutnya.

"Orangtua juga harus kreatif, dengan memperlakukan anak melalui kekuatan cinta, insya Allah anak-anak dapat menjadi manusia yang memiliki sopan santun dan karakter unggul," imbuhnya. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More