Minggu 15 Desember 2019, 14:59 WIB

Musim Hujan, DBD Mulai Muncul di Kupang

Palce Amalo | Nusantara
Musim Hujan,  DBD Mulai Muncul di Kupang

Ilustrasi
Nyamuk aedes aegypti.

 

MEMASUKI musim hujan, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai muncul di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

"Iya, benar sudah ada 10 kasus DBD di Kota Kupang," kata Kepala Bidang Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Kota Kupang Sri Wahyuningsih di Kupang, Minggu (15/12).

Laporan adanya penyakit DBD masuk ke Dinas Kesehatan Kota Kupang sejak awal musim hujan November hingga Desember 2019, berasal dari empat kecamatan yakni Maulafa, Alak, Oebobo, dan Kelapa Lima.

Seluruh penderita DBD tersebut adalah anak-anak, dirawat di berbagai rumah sakit. Dia mengimbau masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan melakukan gerakan 3 M yakni menguras, menutup dan mengubur.

Demam berdarah dengue (Dengue Hemorrhagic fever) merupakan penyakit yang disebebkan virus dengue melalui perantara nyamuk aedes aegypti. Nyamuk ini menularkan virus penyebab DBD tersebut melalui gigitan di kulit manusia.

Selain itu, anak-anak juga diberi lotion antinyamuk saat beraktivitas di dalam maupun di luar ruangan agar terhindar dari gigitan nyamuk. Namun, menurut Dia, menjaga kebersihkan lingkungan sangat penting untuk mencegah berkembangnya nyamuk.

Gejala DBD biasanya dirasakan antara 4-7 hari sejak seseorang digigit nyamuk aedes aegypti, antara lian demam tinggi hingga 41 derajat celcius yang bersifat akut, kelelaan, sakit kepala, nyeri di bagian belakang mata, sendi, otot, mual dan muntah serta muncul bintik merah di kulit setelah 2-5 hari setelah gigitan nyamuk.

Sesuai data Dinas Kesehatan NTT pada 2018, dua kabupaten mengalami kejadian luar biasa (KLB) DBD yakni Kota Kupang dan Manggarai Barat.Ketika itu, jumlah pasien DBD di Kota Kupang sebanyak 228 orang, empat orang di antaranya meninggal.

Sedangkan di Manggarai Barat, dari 539 pasien DBD, lima orang meninggal. Pada tahun yang sama, jumlah pasien DBD di Sumba Barat 60 orang, Nagekeo 19 orang, dan Malaka 18 orang. (OL-11))

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More