Minggu 15 Desember 2019, 09:18 WIB

Penderes Banyumas Dapat Bantuan Dana Safety Belt

M Fauzi | Nusantara
Penderes Banyumas Dapat Bantuan Dana Safety Belt

MI/Lilik Darmawan
Penderes kelapa di Banyumas

 

PETANI gula kelapa (penderes) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) dapat bantuan dana pengadaan safety belt dari Forum Komunikasi Koperasi Besar Indonesia (Forkom KBI).

Bantuan berupa dana sebesar Rp 100 juta itu diserahkan oleh Sekretaris Jenderal Forkom KBI Irsyad Muchtar didampingi para donatur anggota Forkom KBI, diterima langsung oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Banyumas Erna Husein, Sabtu (14/12)

Selanjutnya dana tersebut akan dibelikan safety belt untuk perangkat kerja penderes gula kelapa.

Bupati Banyumas, Achmad Husein mengucakpan rasa terima kasih atas bantuan diberikan Forkom KBI.

"Dana ini sangat berarti bagi kami karena dapat membantu sebagian para penderes dari risiko celaka, cacat maupun meninggal dunia," ujarnya.

Jika dilihat dari jumlah penderes sebanyak 20.580 tersebar di 20 kecamatan, ungkap Achmad Husein, sedikitnya dibutuhkan dana miliaran rupiah untuk pengadaan safety belt.

"Kita harapkan donasi dari Forkom KBI menjadi pemicu bagi lembaga lainnya untuk membantu kelangsungan usaha gula kelapa di Kabupaten Banyumas," katanya.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Forkom KBI Irsyad Muchtar mengatakan, bantuan safety belt kepada penderes gula kelapa bermula dari pertemuannya dengan Bupati Achmad Husein bulan Oktober lalu di Purwokerto. Pada kesempatan itu Bupati menyampaikan permasalahan dihadapi terkait tingginya angka kecelakaan penderes gula kelapa.

Dikatakan, Banyumas merupakan sentra gula kelapa atau coconut sugar terbesar di Indonesia. Sayangnya potensi besar tersebut masih terkendala oleh banyak hal, antara lain kualitas SDM penderes yang masih rendah, manajemen dan permodalan terbatas serta yang memprihatinkan tingginya kecelakaan penderes yang terjatuh dari pohon kelapa.

Dalam tiga tahun terakhir sejak 2017 sudah terjadi 323 kasus kecelakaan, sebanyak 236 penderes mengalami cacat dan 87 orang meninggal dunia.

“Kami tergugah dengan kasus yang kurang mendapat perhatian di tingkat nasional ini, padahal gula kelapa merupakan komoditi unggulan Banyumas bahkan sudah berorientasi ekspor,” ujar Irsyad seraya manambahkan pihaknya telah menggugah para anggota Forkom KBI untuk bersama memberikan bantuan.

Bantuan itu berasal dari, KSPPS Pracico, KSP Makmur Mandiri, KSP Sejahtera Bersama, Kopkar Awak Pesawat Garuda, Kopkar Garuda Maintenance Facility, Kopkar Tankers dan KSP Nasari. (OL-11)

Baca Juga

Antara

Universitas Udayana Targetkan 10 Ribu Liter Bio-Hand Sanitizer

👤Antara 🕔Kamis 02 April 2020, 18:58 WIB
Terbuat dari minuman beralkohol sumbangan dari Polda...
Antara

Terindikasi Positif Covid-19, Paksa Pulang dari RS Dharmais

👤Benny Bastiandy 🕔Kamis 02 April 2020, 18:20 WIB
Seorang pasien dari Cianjur kabarnya 'kabur' dari RS Kanker Dharmais padahal terindikasi positif covid-19. Namun, kini pasien...
MI/Cikwan Suwandi

Seluruh Pasien Positif Covid-19 di Karawang Membaik

👤Cikwan Suwandi 🕔Kamis 02 April 2020, 18:10 WIB
Seluruh pasien positif Covid-19 di Kabupaten Karawang per hari Kamis (2/4) sudah mencapai angka 33 kondisinya...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya