Minggu 15 Desember 2019, 08:41 WIB

Hujan Lebat, 300 Rumah di Pangkal Pinang Terendam Banjir

Rendy Ferdiansyah | Nusantara
Hujan Lebat, 300 Rumah di Pangkal Pinang Terendam Banjir

Ilustrasi
Hujan dan banjir

 

HUJAN lebat yang mengguyur Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, selama dua jam lebih, Sabtu (14/12) petang mengakibatkan sekitar 300 rumah dan 1,5 kilometer jalan terendam banjir.

"Hasil pendataan kita, di Kecamatan Rangkui, Grunggang, Bukit Intan danTaman Sari, banjir rendam 300 rumah dan jalan dengan ketinggian air 40-60 cm," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Babel. Mikron Antariksa, Minggu (15/12).

Ia menyebutkan wilayah yang terdampak banjir kemarin, jalan Treasia Kampung Bintang kecamatan Rangkui, Jalan Kayu Putih, Jalan Lingar Jati, Jalan Ahmad Yani, Jalan Balai, Jalan Masjid nurohmah, Jalan Pasar Pagi.

"Untuk panjang jalan yang terdampak banjir setinggi 40 cm hasil pendataan kita mencapai 1,5 km," ujarnya.

Sedangkan untuk rumah yang terdampak, lanjut Mikron, di Kecamatan Taman Sari 100 rumah, Rangkui kurang lebih 100 rumah, Bukit Intan 50 rumah, grunggang 50 rumah.

"Totalnya 300 rumah, dengan ketinggian air bervariasi mulai dari 30 cm hingga 60 cm," ungkapnya.

Banjir ini menurut Mikron, disebabkan hujan lebat dua jam bersamaan dengan pasang air laut, sehingga air meluap ke jalan dan pemukiman.

"Saluran drainase dan sungai tidak kuat menampung debit air hujan dan pasang air laut, sehingga meluat dan banjir," terangnya.

Paska Banjir di empat kecamatan di Kota Pangkalpinang ini, pihaknya sudah menempatkan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Babel dan Kota, berserta Tagana, Kodim 0413 tetap bersiagan untuk mengantisifasi banjir susulan akibat hujan lebat dan pasang air laut.

"Tima sudah siaga, masyarakat pun kita minta untuk tetap waspada karena potensi hujan lebat masih akan terus terjadi seiring dengan musim hujan saat ini,"ucap Mikron.(OL-11)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More