Minggu 15 Desember 2019, 01:01 WIB

NasDem Janjikan Kejutan di Pilgub Sumbar

Fachri Audhia Hafiez | Politik dan Hukum
NasDem Janjikan Kejutan di Pilgub Sumbar

MI/Susanto
Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali menyampaikan pidatonya dalam konsolidasi kader Partai NasDem se-Sumatera Barat di Kota Padang

 

PARTAI NasDem bersiap menghadapi kontestasi pemilihan gubernur (Pilgub) Sumatera Barat (Sumbar) 2020. NasDem bakal mengusung tokoh yang bakal menarik perhatian.
 
"Pilgub insyaallah ada suasana baru, ada wow effect. Nanti teman-teman tunggu waktu mainnya saja," kata Ketua Bidang Teritorial Sumatera II DPP Partai NasDem Willy Aditya saat safari konsolidasi Partai NasDem di Padang, Sumbar, Sabtu, (14/12)

 

Baca juga: Jika Enggan Sengsara, Masyarakat harus Cermat Pilih Kepala Daerah


 
Willy mengatakan NasDem tengah menjaring tokoh-tokoh yang potensial untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Syaratnya, tokoh tersebut harus berintegritas dan bebas dari korupsi.

"Ada tokoh-tokoh Minang yang kami sorot dan potensial yang sekarang bagian dari komunikasi, mungkin yang bersangkutan belum mau untuk di ekspose, ini kami juga sedang dekati," ujar Willy.
 
Anggota Komisi I DPR ini mengaku tengah melakukan komunikasi dengan sejumlah partai politik lainnya. NasDem perlu mitra koalisi agar bisa mengusung calon gubernur.
 
NasDem tak ingin sembarangan mengusung calon kepala daerah. NasDem juga bakal melakukan survei guna mencari calon kepala daerah yang tepat.
 
Sementara, Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem Ahmad Ali menegaskan, partainya tidak mematok calon harus berasal dari internal partai. Pada prinsipnya, NasDem mencari calon pemimpin yang disukai masyarakat.

"Sepanjang Partai NasDem yakin bahwa pemimpin atau tokoh tersebut ketika diusung oleh Partai NasDem dan dipilih oleh rakyat, serta mampu melahirkan kesejahteraan untuk rakyat," tandasnya. (OL-8)
 

 


 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More