Minggu 15 Desember 2019, 07:00 WIB

Restu Keluarga, Restu Tuhan

(Bus/M-2) | Weekend
Restu Keluarga, Restu Tuhan

MI/Adam Dwi
Kezia Agrarianti, atlet karate Indonesia

BAGI Kezia, dukungan orangtua merupakan kunci utama dari prestasinya. Bahkan, ia punya analogi menarik tentang mereka. Menurut Kezia, orangtuanya merupakan wujud paling nyata dari kehadiran Tuhan. Ketika ia mendapat restu mereka, ia merasa telah mendapat restu Tuhan.

"Keluarga itu sudah seperti wujud Tuhan bagi saya. Selaku atlet, yang paling pertama ialah memohon kepada Tuhan untuk dilindungi ketika menghadapi situasi genting. Apalagi, saat saya dalam satu kompetisi, jelas takdir saya ditentukan oleh kehendak Tuhan," tuturnya.

"Tapi kan kita enggak bisa melihat wujud Tuhan, bagaimana memohon restu sebelum pertandingan? Makanya saya menggantikan-Nya dengan orangtua saya di sini," imbuh Kezia.

Dara yang memasuki dunia karate saat ia berusia 8 tahun itu memang sosok yang karib dengan keluarga, terutama sang ayah, Harison Mocodompis. Tak hanya mengenalkan dirinya dengan karate, ayah Kezia pun rajin menjadi partner sparing baginya. "Papa bisa paham kalau saya lagi pengin melakukan hal-hal yang berbau sporty, pasti support."

Kezia menggambarkan sosok ayahnya sebagai pribadi yang konsisten, disiplin, dan terencana. Ia mengaku banyak belajar dari sang ayah, terutama tentang konsistensi dan disiplin yang harus dimiliki seorang atlet.

Sementara itu, saat disinggung tentang sosok yang paling khawatir terhadap dirinya, senyum simpul menghiasi wajah Kezia. Ia mengaku jika ibunya merupakan sosok yang selalu khawatir terhadap kondisinya. Tak jarang ia dimarahi sang ibu saban pulang dengan wajah memar.

"Apalagi di kumite usia 14-15 itu enggak pakai pelindung wajah. Setiap habis tanding, muka saya memar. Saya paham kekhawatiran Mama, tapi saya enggak bisa bilang ke lawan saya, 'lawan pelan-pelan dong!' kan enggak mungkin. Jadi sebisa mungkin saya akan menjaga diri di karate ini. Saya sendiri yang memilih ikut karate, maka saya juga harus berani menerima risikonya." (Bus/M-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More