Sabtu 14 Desember 2019, 18:55 WIB

Jelang Nataru, Tim Monitoring Pantau Harga di Pangkalpinang

Rendy Ferdiansyah | Nusantara
Jelang Nataru, Tim Monitoring Pantau Harga di Pangkalpinang

MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE
Ilustrasi -- aktivitas penjual cabai di pusat pasar sayur Pante Teungoh, Kota Sigli, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh.

 

UNTUK memastikan harga bahan pokok (bapok) stabil menjelang natal dan tahun baru (Nataru), Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kota Pangkalpinang bersama Tim Monitoring melakukan pemantauan harga sejumlah bapok di lima pasar di Kota Pangkalpinang.

Kepala Dinas Disperindag Kota Pangkalpinang, Agusfendi mengatakan, pemantauan ini untuk mengetahui ada tidaknya kenaikan harga sejumlah komoditas khususnya menjelang Nataru.

"Tim kita turun di Pasar Pagi Kampung Melayu, Pasar Ratu Tunggal, Pasar Rumput, Pasar Parit Lalang dan Pasar Kaget Jalan Irian untuk melakukan pemantauan harga," kata Agus. Sabtu (14/12).

Ia menyebutkan hasil pantauan harga cabai rawit merah dari Palembang mengalami penurunan di Pasar Ratu Tunggal dari Rp55 ribu per kilogram menjadi Rp41.500 per kilogram.

Untuk di Pasar Pagi Kampung Melayu,lanjutnya harga cabai rawit merah juga turun dari Rp55 ribu menjadi Rp47 ribu per kilogram.

"Di Pasar Rumput, cabai rawit merah dari Palembang dijual di kisaran harga Rp55 ribu sampai dengan Rp56 ribu per kilogram. Bawang merah lokal asal Jawa dijual dengan harga Rp29 ribu sampai dengan Rp32 ribu per kilogram. Bawang putih dijual dengan harga berkisar Rp27 ribu per kilogram sampai dengan Rp28 ribu per kilogram," ujarnya.

Baca juga: Puncak Arus Mudik Nataru Diprediksi Dua Kali

Menurut Agus, beberapa komoditas memasuki minggu kedua bulan Desember seperti daging sapi masih dijual di kisaran harga Rp120 ribu per kilogram. Minyak goreng kemasan sederhana dijual dengan kisaran harga Rp10 ribu sampai dengan Rp11 ribu per liter.

Selain itu, untuk harga daging ayam potong saat ini masih dijual Rp34 ribu per kilogram atau sesuai harga acuan tertinggi penjualan, sedangkan untuk ikan kembung mengalami kenaikan karena dijual dengan harga kisaran Rp45 ribu sampai dengan Rp50 ribu per kilogram.

"Menjelang Nataru, Kita sudah minta para distributor tidak menaikan harga," ungkapnya.

Ia berharap dengan lancarnya distribusi barang menuju Kota Pangkalpinang tidak terjadi fluktuasi harga yang berarti. Di sisi lain, ia pun mengimbau masyarakat Kota Pangkalpinang agar membeli barang sesuai kebutuhan bukan keinginan. (A-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More