Sabtu 14 Desember 2019, 17:08 WIB

Anies Bicarakan Greta Thunberg dan Kartini di Milenial Fest

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Anies Bicarakan Greta Thunberg dan Kartini di Milenial Fest

MI/Tri Subarkah
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

 

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan mengangkat sosok RA Kartini dan peraih Person of The Year 2019 majalah Time Greta Thunberg saat menjadi pembicara di Milenial Fest, Sabtu (14/12).

Anies menyebut kata-kata menjadi penting karena merupakan perwujudan gagasan yang akhirnya menjadi karya atau aksi. Hal itu, kata Anies, yang diangkat oleh Greta selama memulai masa kampanye memaksa para pemimpin dunia untuk mengambil kebijakan penghentian perubahan iklim.

"Menjadi sebuah narasi yang dibawakan seorang 16 tahun. Jadi ketika mulai, dia baru 15 tahun. Menggerakkan bukan hanya masyarakat umum, bergaung di media sampai pemimpin global merespons Thunberg. Saya berikan contoh, gagasan yang diterjemahkan dengan baik memiliki efek gaung yang besar sekali," kata Anies di Balai Sarbini, Sabtu (14/12).

Greta yang masih belia dinilai sangat berpengaruh dengan kata-katanya di depan para pemimpin dunia. Hal itu pula yang hingga kini menggerakan emansipasi wanita di Indonesia.

Baca juga: Kota Medan Siap Menggelar Milenial Fest Industry 4.0

Kemudian, Anies menyebut RA Kartini sebagai orang pertama yang membebaskan wanita Indonesia dari kungkungan paradigma patriarki melalui tulisannya di dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang.

"Tadi kasih contoh juga Ibu Kartini. Tulisan beliau dan aksinya diperingati sampai sekarang. Ini kekuatan narasi, penting untuk mengekspresikan, bentuknya bisa berbagai macam," ungkapnya.

Hal sebaliknya terjadi di Jakarta, saat ini kata-kata sudah tidak dianggap penting dan tidak lebih bernilai daripada kerja.

"Kata-kata ini seolah menjadi tidak penting daripada kerja. Kalau kita berkata-kata dianggap tidak kerja," tuturnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More