Sabtu 14 Desember 2019, 14:46 WIB

Selama Ini, UN Disebut bukan Indikator Kelulusan

Gana Buana | Humaniora
Selama Ini, UN Disebut bukan Indikator Kelulusan

ANTARA FOTO/Olha Mulalinda
Pelajar SMP saat mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di ruang kelas SMP Negeri 5 Kota Sorong, Papua Barat

 

PENGGANTIAN sistem Ujian Nasional (UN) yang jadi kebijakan baru Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim banyak mendapat dukungan.

Rencanannya, pada 2021 UN akan berubah menjadi asesmen kompetensi minimum dan survei karakter yang terdiri atas kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi) dan penguatan pendidikan karakter.

Menanggapi hal ini, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Kota Bekasi, Ekowati, setuju. Sebab, sepanjang perjalanannya, UN bukan sesuatu hal yang menentukan kelulusan siswa didik.

“Setuju, karena sementara ini tidak ada efek atau pengaruh kelulusan,” ungkap Eko pada Media Indonesia, Sabtu (14/12).

Baca juga: Bakal Dihapus, BSNP Kaji Format Perubahan Ujian Nasional

Eko menjelaskan, nilai UN hanya berpengaruh pada siswa yang mau melanjutkan sekolah kedinasan. Namun, kalau pun dihilangkan harus ada pengganti sebagai tolak ukur kelulusan siswa yang lebih baik.

“Kalau mau dikembalikan pada sistem sebelumnya, diuji semua juga saya setuju,” kata dia.

Menurut Eko, belum ada kendala berarti sepanjang UN dilaksanakan. Namun, secara teknis pelaksanaan UN sedikit merepotkan sekolah-sekolah unit baru (USB). Sebab, alat penunjang seperti perangkat komputer banyak yang belum memadai.

“Tapi memang secara paikologis para siswa pun sedikit khawatir menjelang UN, walaupun saat pelaksanaan ya siswa biasa saja,” lanjut dia.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More