Sabtu 14 Desember 2019, 13:28 WIB

Erick akan Fokuskan CSR BUMN ke Pendidikan dan Lingkungan

Antara | Ekonomi
Erick akan Fokuskan CSR BUMN ke Pendidikan dan Lingkungan

ANTARA/Puspa Perwitasari
Menteri BUMN Erick Thohir

 

MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir ingin memfokuskan alokasi program corporate social responsibility (CSR) BUMN untuk bidang pendidikan dan lingkungan hidup.    

"Kalau lihat (CSR) pendidikan baru 22%. Apalagi, untuk lingkungan hidup baru 1%," kata Erick saat acara Milenial Fest 2019di Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu (14/12).    

Padahal, kata dia, sekarang sudah eranya green energy dan Presiden Joko Widodo juga segera meluncurkan biodiesel 30% (B30) yang lebih ramah lingkungan.   

Artinya, kata dia, BUMN harus satu visi dengan pemerintah, salah satunya melalui alokasi CSR yang lebih difokuskan untuk pendidikan dan lingkungan hidup.    

Baca juga: Erick Sikat Ratusan Anak dan Cucu BUMN

Erick belum memastikan perubahan besaran alokasi CSR untuk pendidikan dan lingkungan hidup, tetapi yang jelas akan diperbesar persentasenya.    

"Pendidikan dan lingkungan lebih dibesarkan. Sekarang kan 22% untuk pendidikan. Kalau bisa 30%, lalu green dari 1 menjadi 5%, dalam lima tahun ke depan kan bagus," katanya.        

Erick tidak menyalahkan alokasi CSR yang sudah berjalan selama ini di kalangan BUMN karena setiap jangka waktu tertentu pasti terjadi paradigma.    

"Tinggal kita perlu refocus aja. Bukan berarti salah-benar, ini cuma refocus karena setiap 10 tahun terjadi perubahan paradigma baru," katanya.        

Ia mencontohkan perkembangan zaman yang menjadikan perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi (IT) saat ini lebih besar ketimbang perusahaan-perusahaan lainnya.    

"Boleh dong menteri yang baru pengen shift lebih pada pendidikan, supaya generasi muda Indonesia punya kemampuan lebih baik. Alhamdulillah di sini lulus kuliah semua, Tetapi di luar sana banyak yang kurang," pungkas Erick. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More