Sabtu 14 Desember 2019, 14:45 WIB

Prancis, Jerman, dan Italia Desak Hentikan Pertempuran Libia

Haudan Hasyim Salengke | Internasional
Prancis, Jerman, dan Italia Desak Hentikan Pertempuran Libia

AFP/Mahmud TURKIA
Bangkai bus korban serangan udara di Tripoli yang menewaskan sejumlah orang.

 

PARA pemimpin Prancis, Jerman, dan Italia mendesak semua pihak dalam konflik Libia untuk menghentikan pertempuran, Jumat (13/12) waktu setempat.

Seruan datang setelah komandan Tentara Nasional Libia (LNA) Khalifa Haftar mengancam akan menyerang Ibu Kota Tripoli.

Setelah pertemuan puncak Uni Eropa di Brussels, Emmanuel Macron, Angela Merkel, dan Giuseppe Conte mengatakan stabilitas di Libia hanya dapat dicapai melalui solusi politik.

Ketiganya tidak menyebut nama Haftar, tetapi pernyataan mereka dikeluarkan setelah ia mengumumkan pertempuran yang menentukan dan kemajuan di jantung Tripoli.

Ibu kota negara itu dikontrol Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libia yang diakui PBB.

Baca juga: UE Desak Parlemen Inggris Perjelas Proposal Brexit

Kekuatan Eropa khawatir kekerasan lebih lanjut dapat mengganggu upaya menegosiasikan perdamaian, termasuk konferensi internasional yang akan datang di Berlin.

Ketiga pemimpin mendesak semua pihak Libia dan internasional menghentikan aksi militer, membuat komitmen yang tulus untuk penghentian permusuhan yang komprehensif dan abadi, serta melanjutkan proses negosiasi yang dipimpin oleh PBB yang kredibel.

"Mereka menegaskan kembali dukungan penuh mereka untuk PBB dan kerja Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal, Ghassan Salame, karena perdamaian dan stabilitas yang langgeng di Libia hanya dapat dicapai melalui solusi politik," kata pernyataan itu.

Setidaknya 200 warga sipil dan lebih dari 2.000 pejuang telah tewas sejak April, menurut PBB. Pertempuran itu juga telah menyebabkan sekitar 146 ribu orang kehilangan tempat tinggal.

Libia hancur dan terjerumus ke kekacauan setelah intervensi militer internasional dipimpin Prancis dan Inggris yang berujung pada tumbangnya rezim pemimpin kuat Muammar Gaddafi. (AFP/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More