Sabtu 14 Desember 2019, 07:40 WIB

Carlo Ancelotti untuk Arsenal

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group | Sepak Bola
Carlo Ancelotti untuk Arsenal

MI/Seno
Dewan Redaksi Media Group, Suryopratomo.

 

IBARAT meriam tanpa mesiu. Itulah gambaran Arsenal sejak ditinggal Arsene Wenger. Para pendukung the Gunners boleh menilai 'sang Profesor' sudah out of date dan tidak kreatif lagi menangani Arsenal. Namun, pelatih asal Prancis itu memimpin dengan sepenuh hati.

Semua tenaga dan pikirannya dicurahkan hanya untuk Arsenal. Memang kelemahannya, Wenger menjadi terlalu obsesif. Ia seperti tidak mau mendengar lagi kritikan akan gaya kepemimpinannya di Arsenal.

Akan tetapi, waktu membuktikan, Wenger merupakan pilihan terbaik untuk Arsenal. Dia mampu menjadikan Arsenal sebagai klub terbaik tak hanya di Inggris, tetapi juga disegani di dunia.

AFP/Adrian DENNIS

Mantan Pelatih Arsenal Asal Prancis, Arsene Wenger.

 

Tidak hanya itu, Wenger melahirkan banyak bintang selama 22 tahun menangani the Gunners. Prancis bisa pertama kali mengangkat Piala Dunia 1998 setidaknya karena dua pemainnya diasah oleh Wenger.

Patrick Viera dan Emmanuel Petit merupakan dua pemain Prancis pertama yang ditarik Wenger untuk bergabung di Arsenal.

Pelatih sementara Arsenal, Fredick Ljungberg, juga merupakan salah satu anak didik Wenger. Ia menjadi salah satu pemain besar Swedia karena mendapat bimbingan bagaimana bermain sepak bola yang benar dari 'sang Profesor'.

Memang penyesalan itu selalu datang terlambat. Para pendukung the Gunners mendambakan kembali datangnya pelatih bertangan dingin sekelas Wenger.

Pelatih asal Spanyol, Unai Emery, harus angkat kaki belum lagi setengah musim keduanya dijalani. Setelah memecat Emery, Arsenal berharap untuk bisa mendapatkan Carlo Ancelotti.

Kebetulan Ancelotti baru juga dipecat oleh Napoli. Padahal, ia dikenal sebagai sedikit pelatih yang bisa lebih dua kali membawa klub asuhannya memenangi Piala Champions.

Dua kali ia membawa AC Milan mengangkat piala yang didambakan klub-klub Eropa dan sekali membawa Real Madrid menjadi juara.

Sekarang pun ia sebenarnya mampu membawa Napoli lolos ke 16 besar dan bahkan menjadi klub pertama yang bisa mengalahkan Liverpool di musim ini.

 

Membujuk Ancelotti

Chairman Arsenal Sir Chips Keswick mencoba memboyong Ancelotti ke London. Ia dianggap sebagai pelatih yang sepadan dengan Wenger karena prestasi besar yang sudah ditorehkan.

Ancelotti pernah menangani klub besar Eropa, seperti Juventus, AC Milan, Chelsea, Real Madrid, Bayern Muenchen, dan Paris St Germain.

  AFP/Tiziana FABI

Pelatih Asal Italia,  Carlo Ancelotti.      

 

Ancelotti dikenal sebagai salah seorang gelandang terbaik yang pernah dimiliki Italia. Ia merupakan anggota the Dream Team Milan bersama Marco van Basten, Ruud Gullit, Frank Rijkaard, Paolo Maldini, dan Franco Baresi.

Tidak heran apabila gaya melatihnya sangat dipengaruhi gaya Arrigo Sacchi. Pelatih Sacchi memperkenalkan gaya permainan yang mengoptimalkan lebar lapangan di dalam ruang yang kecil. Jarak pemain paling belakang dan paling depan tidak boleh lebih dari 50 meter. Tim harus bergerak bersama, baik saat bertahan maupun saat menyerang.

Total football gaya baru yang diperkenalkan Sacchi menjadikan Milan sebagai tim menakutkan. Pemain lawan dipaksa untuk selalu dalam tekanan dan habis energi untuk bisa keluar dari tekanan. Sebaliknya, dengan kualitas pemain bintang yang dimiliki, tim Rossonero tidak pernah berhenti untuk membombardir gawang lawan.

Ketika mengambil kursus pelatih di Coverciano, Ancelotti membuat karya tulis tentang sepak bola menyerang yang ia yakini. Karya tulis yang dibuatnya diberi judul Il Futuro del Calcio: Piu Dinamicita (Masa Depan Sepak Bola: Lebih Dinamis).

Tim-tim yang diasuhnya memang selalu mempertunjukkan gaya permainan yang dinamis. Ancelotti memberikan ruang kepada setiap pemain untuk memperlihatkan kelebihan yang dimiliki di lapangan.

"Saya suka dilatih oleh Ancelotti karena ia tidak pernah mengekang saya dan sebaliknya, memberikan keleluasaan untuk bermain," ujar gelandang Bayern Muenchen asal Spanyol, Thiago Alcantara.

Arsenal mengharapkan kehadiran Ancelotti agar potensi yang ada para pemainnya bisa keluar. The Gunners tidak kekurangan pemain berbakat. Mereka punya pemain senior sekelas Mesut Oezil atau David Luiz. Mereka punya juga pemain muda seperti Pierre-Emerick Aubameyang atau Nicolas Pepe. Mereka hanya membutuhkan sentuhan pelatih yang bisa mengangkat mereka dari keter purukan.

 

Menjamu City

Di tengah upaya bisa mengajak Ancelotti bergabung, Arsenal harus menjalani jadwal yang padat. Setelah Kamis malam bermain imbang 2-2 melawan tuan rumah Standard Liege untuk bisa lolos 16 besar Liga Eropa, Minggu malam besok, the Gunners harus menjamu Manchester City di Stadion Emirates.

Pertandingan ini sangat penting untuk mengangkat posisi Arsenal dari urutan sembilan sekarang ini. The Gunners masih memiliki semangat tidak menyerah. Dengan materi pemain muda, Arsenal mampu bangkit dari ketinggalan dua gol dari Standard Liege. Ini merupakan modal berharga bagi Ljungberg untuk menghadapi City yang sekarang menghadapi krisis.

Pelatih City, Pep Guardiola, sedang gundah dengan penampilan anak asuhnya. City tidak hanya kehilangan kecepatan bermain, tetapi juga semakin sulit untuk bisa mempertahankan gelarnya.

AFP/Paul ELLIS
Pemain Tengah Asal Belgia, Kevin De Bruyne (kiri).

 

 

Setelah kemenangan 4-1 atas Dinamo Zagreb di Liga Champions, Pep langsung mengajak anak-anak asuhannya mempersiapkan diri menghadapi Arsenal. "Saya senang para pemain telah mencetak 500 gol selama kepemimpinan saya di sini. Sekarang saya berharap mereka bisa memberikan lagi 500 gol kedua kepada saya dalam waktu yang lebih pendek," ujar pelatih asal Spanyol itu penuh harap.

Pep merasa senang ujung tombak Gabriel Jesus sudah menemukan kembali ketajamannya. Ia mencetak hattrick ke gawang Dinamo Zagreb untuk mengukuhkan posisi City sebagai juara Grup C.

Apabila City bisa mempertahankan gaya permainan menyerangnya, Arsenal bisa kerepotan. Apalagi, jika Ljungberg bereksperimen dengan menempatkan tiga pemain di belakang. Tanpa dukungan lapangan tengah yang disiplin dalam menjaga pergerakan lawan, pemain sekelas David Luiz pun sulit untuk bisa menahan gempuran City yang punya penyerang cepat, seperti Raheem Sterling atau Bernardo Silva yang beraksi dari sayap kiri dan Riyad Mahrez yang bergerak dari kanan.

Apalagi, setelah kekalahan di kandang 1-2 dari Manchester United, Pep pasti menurunkan tim terbaiknya. Kevin de Bruyne dan David Silva yang istirahat pada pertandingan di Liga Champions, pasti dalam kondisi prima untuk mengalirkan bola dari lapangan tengah untuk Gabriel Jesus.

Ljungberg tidak akan berani menurunkan pemain muda. Seperti ketika mengalahkan West Ham pekan lalu, kiper terbaik Bernd Leno akan berdiri di bawah mistar. Sementara itu, untuk meredam serangan dari sayap, Arsenal menempatkan empat pemain di belakang dengan Kieran Tierney dan Ainsley Maitland-Niles bertugas mengawal Sterling dan Mahrez.

Dua gelandang bertahan, Granit Xhaka dan Lucas Torreira, harus bermain disiplin dan bisa memotong aliran serangan City untuk membantu center-back David Luiz dan Calum Chambers meredam gempuran City. Solidnya barisan pertahanan akan memudahkan Oezil untuk bahu-membahu dengan dua pemain muda, Pepe dan Gabriel Martinelli, untuk mengalirkan bola bagi Aubameyang yang menjadi ujung tombak tunggal.

AFP/DANIEL LEAL-OLIVAS

Pemain Arsenal Asal Swiss, Granit Xhaka.

 

Apabila Arsenal bisa mengembangkan kecepatan, bukan mustahil mereka akan membuat kejutan besar. Apalagi, City masih harus kehilangan John Stones dan Sergio Aguero yang dibalut cedera. Kemenangan atas City menjadi kata kunci untuk bisa meyakinkan Carlo Ancelotti agar mau melatih Arsenal.

Baca Juga

AFP

Arteta Andalkan Pemain Muda Hadapi Molde

👤Akmal Fauzi 🕔Rabu 25 November 2020, 14:57 WIB
Manajer Arsenal, Mikel Arteta akan memberikan kesempatan pemain muda saat bertandang ke markas Molde dalam lanjutan Grup B Liga Europa...
AFP/Alberto PIZZOLI

Pelatih Timnas Yunani Positif Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 25 November 2020, 12:15 WIB
Schip mulai menukangi timnas Yunani, Agustus lalu, dengan kontrak selama 2,5 tahun. Dia memimpin Yunani menduduki peringkat kedua di...
ANTARA/Maulana Surya

FIFA Ungkap Belangsungkawa atas Wafatnya Ricky Yacobi

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 25 November 2020, 12:05 WIB
FIFA menyebut bahwa Ricky Yacobi merupakan pemain Indonesia paling menonjol di era...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya