Jumat 13 Desember 2019, 23:16 WIB

Puncak Arus Mudik Nataru Diprediksi Dua Kali

tri subarkah | Megapolitan
Puncak Arus Mudik Nataru Diprediksi Dua Kali

Antara
Suasana sore di salah satu ruas Tol layang Jakarta-Cikampek II (Elevated) di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (11/12).

 

KEPALA Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono menyebut akan terjadi dua kali puncak arus mudik pada Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Puncak arus mudik pertama akan terjadi beberapa hari menjelang Natal, yakni tanggal 21-22 Desember. Sementara itu, puncak arus mudik kedua terjadi jelang Tahun Baru 2020.

"Untuk menahdapi Tahun Baru, mungkin ada arus mudik kedua, yang diperkirakan akan meningkat juga untuk yang akan mudik," kata Argo di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian Jakarta, Jumat (13/12).

 

Baca juga: PLN Jamin Tiada Blackout Listrik Selama Natal dan Tahun Baru

 

Sementara itu, Argo memprediksi arus balik libur Tahun Baru terjadi pada 1 dan 2 Januari 2020.

Polisi juga memetakan titik rawan kemacetan dan kecelakaan jelang libur Nataru. Argo menyampaikan ada enam titik rawan kemacetan.

"Ada enam titik. Ada di daerah Medan, Brastagi, juga ada di daerah Jabar ada di arah Puncak dan juga ke arah Lembang, kemudian juga ada ke arah menuju Merak. Kemudian ada beberapa lokasi rawan macet karena ada jalan yang menyempit. Ada jalan bottleneck, juga nanti ada seperti pasar tumpah, yang kemudian ada pasar yang tiba-tiba muncul," imbuhnya.

Untuk rawan kecelakaan lalu lintas, Argo menyebut ada titik yang menjadi perhatian.

"Itu ada di tol Cikampek, kemdian ada Cilengsi, kemudian ada beberapa tol yang ada kenapa dia dikataakn rawan kecelakaan adalah yang lurus, yang panjang, yang kemudian kadang-kadang itu supir akan terlena dengan kelurusan jalan dan kemudian jalan yang lebar, itu menyebabkan terlena, sehingga bisa ngantuk dan kemudian meyebabkan kecelakaan," terangnya. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More