Senin 16 Desember 2019, 03:00 WIB

The Dissapearance of My Mother: Personal dan Radikal

Fathurrozak | Weekend
The Dissapearance of My Mother: Personal dan Radikal

Dok. Beniamino Barrese
Adegan dalam film dokumentar The Dissapearance of My Mother, karya Beniamino Barrese.

Menghadapkan subjek yang enggan, bahkan muak, kepada kamera, menciptakan kerumitan tersendiri dalam proses dokumenter karya Beniamino Barresse.

Dokumenter yang sekaligus mendedah gagasan-gagasan ibunya, Benedetta Barzini, model era 1960-an yang juga berteman dengan para ikon budaya populer seperti Andy Warhol.

Pada usia senjanya, Barzini lebih memilih untuk meringkuk dari hiruk-pikuk sorotan dunia. Ia boleh saja diundang menerima penghargaan, tetapi dandanannya tak menyisakan keglamoran masa mudanya. Penampilannya santai, seperti saat ia berleha di rumah sembari mengisap rokok elektriknya.

Pada bagian-bagian awal, Beniamino menyorot detail-detail bagian tubuh ibunya dengan shot extreme close up. Sepasang mata cokelatnya; rambutnya yang memutih, ekpresi yang memberikan narasi bahwa Barzini enggan disorot kamera. Kontras dengan sejarah masa mudanya yang senantiasa berhadapan dengan kamera. Barzini ialah model Italia pertama yang menghiasi kover majalah Vogue Amerika Serikat.

Namun, toh akhirnya perempuan yang kini berusia 76 tahun itu mau mengikuti kehendak anaknya untuk difilmkan. Beniamino mengikuti ke mana pun Barzini pergi. Menyorot saat bangun tidur, berkunjung ke London Fashion Week, atau saat Barzini dikunjungi oleh sahabatnya, Lauren Hutton.

Beniamino bersikeras untuk mendokumentasikan percakapan intim dan pertemuan keduanya di rumah Barzini. Meski, keduanya meminta ia untuk meletakkan kamera, dan pertemanan mereka ialah hanya untuk keduanya. "This is not fair!" bentak Hutton. Kamera pun lalu menyorot mereka dari kejauhan dengan percakapan yang tidak bisa audiens dengar.

Dinamika antara Beniamino dan Barzini berkutat pada maju-mundurnya kamera dalam mengintervensi subjek. Barzini kerap kali kesal dengan kehadiran kamera.
Dalam dokumenter, kreator memegang etika moral yang mesti dipatuhi. Area mana yang seharusnya masih menjadi domainnya, juga area mana yang tidak bisa diterabas. Dalam hal ini, Beniamino beberapa kali kerap terlihat bermain dengan batasan-batasan itu dengan melintasinya.

Konvensi dokumenter saat ini mungkin saja telah mengalami perkembangan terkait etika moral mana yang menjadi pegangan bagi kreatornya. Dalam The Disappearance of My Mother, hampir agak kabur, intensi apa yang dikejar oleh Beniamino.

Pada momentum tertentu, kamera diletakkan dengan sudut yang lebih baik untuk menyampaikan gagasan-gagasan Barzini. Misalnya, ketika Barzini yang memiliki gelar profesor tersebut mengajar di kelas bersama para mahasiswanya. Juga, ketika mereka berdiskusi mengenai objektifikasi dalam industri yang ia geluti.

Pada gambar lain Beniamino juga memasukkan video lama yang memperlihatkan perkembangan pemikiran Barzini, seperti ketika ia bersinggungan dengan gerakan feminisme, dan turut dalam menyuarakannya, dalam beberapa kesempatan. Sebuah potret Karl Max di rumah, juga ikut menyumbangkan penerimaan kita sebagai audiens, progresi pemikiran Barzini setelah ia lama meninggalkan dunia model.

Namun, ada beberapa momen ketika Barzini datang ke London Fashion Week untuk ikut catwalk dan berfoto dengan para model yang lebih muda, serta sesi pemotretan di tepi pantai, sedikit menyisakan pertanyaan apa yang dimaknai dengan 'menghilang' (disappearance)-nya Barzini? Bila toh ia ternyata masih menyambangi dunianya, meski ia mensyukuri telah meninggalkannya berpuluh tahun lalu. Dan membenci ketika di hadapan kamera sebab gambar menurutnya mendistorsi realitas dan fakta.

Disappearance barangkali sebagai kiasan di judul ini. Dalam film, Barzini menyampaikan ia ingin menghilang dari dunia, jauh ke entah berantah, tempat yang tidak dijangkau dengan orang. Tanpa harus membawa kartu kredit, ponsel, dan segala saluran duniawi.

Dokumenter ini mungkin saja menjadi rekaman bagi sang anak, untuk mengabadikan gagasan-gagasan kritis ibunya. Membuat pendekatannya begitu personal, sekaligus menyiratkan cara yang radikal dalam menyorot subjek untuk suatu karya dokumenter.

Konfrontasi yang terjadi ialah antara kreator dan subjek di dalamnya. Juga bagaimana beberapa adegan tampak diadegankan. Dengan menyuruh subjek untuk bertindak yang di luar kehendak.

Adegan yang juga apik, meski terkesan dibuat, tentu saja, ialah ketika Beniamino bertanya kepada Barzini, bagaimana ia akan menghilang nanti. Beniamino pun menyorot dalam frame cara ibunya akan menghilang, diselingi dengan narasi-narasi akhir Barzini menjelang layar blackout.

The Disappearance of My Mother atau Storia di B - La scomparsa di mia madre ini ialah salah satu film yang rilis perdana di Sundance Film Festival pada awal tahun ini. Film berdurasi 94 menit itu baru-baru ini diputar di Indonesia dalam program Cinema Obscura oleh Misbar Group, pada Kamis, (12/12) di Mozilla Community Space, Jakarta Selatan. (M-2)

 

Baca Juga

facebook.com

Gaungkan Pesan, Instagram Luncurkan Stiker di Rumah Aja

👤Melalusa Susthira K 🕔Sabtu 28 Maret 2020, 12:04 WIB
Stiker terbaru Instagram “Di Rumah Aja” tersebut dapat digunakan layaknya mengunggah instastory seperti biasa, lalu klik ikon...
123RF

Inggris Jajal Peran Anjing dalam Deteksi Covid-19

👤Melalusa Susthira K 🕔Jumat 27 Maret 2020, 21:41 WIB
Anjing sebelumnya dilibatkan dalam deteksi penyakit diabetes, parkinson, juga...
MI/Susanto

Belum ada Jadwal Baru untuk UTBK 2020

👤Atikah Iswahyuni 🕔Jumat 27 Maret 2020, 17:30 WIB
Selain itu, belum ditetapkan pula sistem seperti apa yang nantinya akan diterapkan dalam penyelenggaraan UTBK di tengah pandemi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya