Jumat 13 Desember 2019, 22:34 WIB

Anak Usaha BUMN Tidak Produktif Bisa Diakuisisi

Faustinus Nua | Ekonomi
Anak Usaha BUMN Tidak Produktif Bisa Diakuisisi

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.
Sejumlah karangan bunga terpampang di lobi depan Gedung Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta

 

PENGAMAT ekonomi Hilda Rosieta mengungkapkan, anak perusahaan dan cucu BUMN yang tidak produktif bisa diakuisi oleh perusahaan BUMN lain sesuai ketentuan hukum yang berlaku pada Perseroan Terbatas (PT).

"Kalau mau pake prinsip pasar bebas, sesuai bentuk hukumnya PT, perusahaan yang kinerja keuangannya buruk, ya menjadi target akuisisi perusahaan lain," kata dia ketika dihubungi di Jakarta (13/12).

Menurutnya, payung hukum terkait akuisisi sebenarnya sudah ada dan berlaku layaknya sistem perekonomian pasar bebas. Perusahaan manapun bisa mengakuisisi BUMN yang tidak produktif asalkan prosesnya dilakukan secara transparan.

 

Baca juga: Erick Thohir Pastikan Dirut PLN Diputus Minggu ini

 

Di samping itu, yang menjadi perhatian pemerintah adalah bisnis perusahaan BUMN yang terkait langsung dengan kepentingan sosial-ekonomi masyarakat. Untuk BUMN seperti itu, menurutnya perlu campur tangan pemerintah secara langsung.

"Kalau tidak ada kepentingan sosial-ekonomi, biarkan saja perusahaan yang tidak perform di-take over oleh perusahaan sehat. Hanya harus dipikirkan, ada tenaga kerja disitu, gejolak sosial karena PHK perlu dipikirkan," imbuhnya.

Terkait bisnis hotel anak dan cucu perusahaan BUMN menurutnya hal itu merupakan cara perusahaan untuk meningkatkan daya saing. Selama bisnis tersebut menguntungkan bagi induk perusahaan maka bisa diteruskan. Namun kalau memang merugi, maka sebaiknya diakuisisi atau pun dimerger.

Dia juga mendukung visi menteri BUMN untuk manyatukan anak usaha perusahaan plat merah yang bergerak di sektor perhotelan. Namun harus tetap memperhitungkan dampak sosial dan ekonomi bagi karyawan yang bekerja pada anak dan cucu perusahaan.

"Anak perusahaannya bisa hotel-hotel kecil dibawahnya membentuk group atau anak perusahaan adalah perusahaan-perusahaan pemasok hotel," pungkasnya. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More