Jumat 13 Desember 2019, 21:04 WIB

Kedalaman Kawasan Cekungan Bandung Menurun 20 Persen

Eriez M Rizal | Nusantara
Kedalaman Kawasan Cekungan Bandung Menurun 20 Persen

MI/Depi Gunawan
Kawasan cekungan bandung

 

BADAN Geologi Kementrian ESDM mencatat progres tanah kawasan Cekungan Bandung, Jawa Barat (Jabar) mengalami penururan mencapai 20 persen dengan paling banyak terjadi di daerah pesawahan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan Badan Geologi, Andiani disela diskusi Terrace Talk Coffe Morning, Menguak Lebih Jauh Fenomena Landsubsidence Bandung di Museum Geologi Badan Geologi Kota Bandung, Jumat (13/12)

''Hasil kajian kami kedalaman 20 meter itu sudah terkonsolidasi berlebihan, jadi proses penurunannya 20 persen secara alami,'' ujar Andiani, Jumat (13/12).

Andiani menilai, laju pembangunan infrastruktur dengan beban besar di area pesawahan kawasan cekungan Bandung seperi Stadion GBLA Gedebage, pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) Tegalluar, harus menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Daerah.

Pasalnya, menurut Andiani, dampak pembangunan di kawasan cekungan Bandung yang mengalami penurunan memiliki potensi bahaya.

"Problemnya adalah mengalami penurunan, merusak bangunan, nah kedepannya akan terjadi genangan - genangan air atau banjir nah itu yang kemudian perlu dipikirkan oleh Pemerintah Daerah apakah tetap akan melanjutkan, kami tidak akan pernah melarang karena rekayasa bisa dilakukan,'' katanya.

Namun, lanjut Andiani, rekayasa pembangunan di kawasan cekungan yang mengalami penurunan memerlukan biaya besar.

''Tapi rekayasa ini memerlukan post yang luar biasa dan ini perlu dipertimbangkan apalagi kalau misalnya cost itu menjadi beban masyarakat, nah ini semua menjadi kebijakan daerah, kami menyampaikan informasinya, kami memberikan rekomendasinya, kami memberikan konsultasinya, silahkan nanti pemerintah daerah akan dibawa kemana,'' tambahnya. (OL-11)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More