Sabtu 14 Desember 2019, 00:00 WIB

Babel Siap Layani 500 Ribu Wisatawan

Rendy Ferdiansyah | Nusantara
Babel Siap Layani 500 Ribu Wisatawan

ANTARA
Wisata Danau Kaolin di Belitung

 

PEMERINTAH Provinsi Bangka Belitung akan fokus pada empat program dalam upaya mengembangkan pariwisata demi mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Apalagi pada 2020 provinsi ini menargetkan jumlah kunjungan wisatawan Nusantara dan mancanegara total 500 ribu orang.

Kepala Bidang (Kabid) Promosi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangka Belitung (Babel) Fajri Djagat Hitam mengatakan keempat program yang menjadi fokus tahun depan adalah program pemasaran pariwisata, pengembangan wisata kebudayaan, destinasi, serta sumber daya pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Empat program ini harus selaras dan sejalan dalam pengembangan pariwisata, sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung,” katanya, baru-baru ini.

Selain empat program tersebut, ada tiga kegiatan prioritas pengembangan pariwisata, yaitu pemberdayaan masyarakat, promosi pariwisata, dan kegiatan yang diperuntukan bagi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk pelibatan masyarakat dalam pariwisata agar memberikan dampak positif kepada mereka. Apalagi, jumlah kunjungan wisatawan ke Negeri Laskar Pelangi itu setiap tahun meningkat antara 8% hingga 9%.

Pada 2018 jumlah wisatawan yang berkunjung ke Babel tercatat sebanyak 425.942 dari target 389.000. Pada tahun ini angkanya meningkat lagi, yakni hingga Oktober lalu jumlah wisatawan yang berkunjung mencapai 440.603 orang dari target yang sama dengan 2018.

Fajri mengatakan, pada 2020 tidak ada pengembangan destinasi wisata baru, sehingga pihak tidak mempunyai anggaran untuk itu. Pengembangan akan dilakukan pada destinasi yang sudah ada.

Seperti dikatakan Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil, beberapa destinasi wisata yang akan dikembangkan antara lain, Masjid Kayu Tuatunu, Taman Wilhelmina, dan Pantai Pasir Padi.

Menurutnya, saat ini Kota Pangkalpinang sudah mulai membenahi berbagai infrastruktur agar kota itu semakin cantik dan disukai wisatawan. Di antaranya, pelebaran trotoar. “Kota ini mulai rapi, indah dan ada ikonnya. Insya Allah tahun baru progres perubahan di Pangkalpinang sudah terlihat,” ujarnya.


Penataan Lembang

Sementara itu, kawasan wisata Lembang di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, akan ditata ulang oleh pemerintah setempat. Pengerjaannya akan dimulai pada 2021 dan akan menghabiskan biaya sekitar Rp300 miliar.

“Tahun 2021 akan dimulai penataan Lembang. Penataan hanya akan dilakukan di wilayah perkotaan. Targetnya, setahun sudah beres,” kata Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna.

Penataan antara lain dilakukan dengan memindahkan alun-alun, membangun mal mini hingga bioskop. Penataan juga dilakukan terhadap pedagang kaki lima (PKL) dengan merelokasi mereka ke tempat yang lebih representatif.

“Konsep saya, alun-alun dipindahkan ke seberang jalan yang sekarang ditempati SMA 2 Lembang. Di lahan bekas alun-alun akan dibangun balai diklat dengan 200 kamar. Di bawahnya akan dibangun kantong parkir kendaraan,” ujarnya.

Pusat kuliner akan menempati lokasi pasar buah yang bakal dibangun tiga lantai. Menurut AA Umbara, fasilitasnya akan lebih modern, sehingga calon pembeli tidak perlu turun dari mobil karena konsepnya drive thru. (DG/UL/JI/N-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More