Jumat 13 Desember 2019, 19:26 WIB

Ini Catatan Komnas HAM soal Penegakan HAM Pemerintah

Abdillah Muhammad Marzuqi | Politik dan Hukum
Ini Catatan Komnas HAM soal Penegakan HAM Pemerintah

MI/Pius Erlangga
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik

 

KOMISI Nasional Hak Asasi Manusia (HAM) mengapreasiasi kinerja pemerintah terkait isu HAM. Meski demikian, Komnas HAM juga mengajak pemerintah untuk jujur terkait dengan persoalan penegakan HAM.

"Ini ada langkah-langkah maju dari pemerintah, tapi juga masih banyak hal-hal yang harus kita perbaiki. Ayolah duduk bersama, kita perbaiki. Karena apapun kita harus mengaku jujur," terang ketua Kommnas HAM Ahmad Taufan Damanik saat ditemui usai penutupan rangkaian peringatan Hari HAM Internasional di Kantor Komnas HAM, Jumat (12/13).

Menurut Damanik, pembangunan yang gencar dilakukan pemerintah menyimpan sejumlah derita. Masyarakat pun ikut dirugikan akibat pembangunan.

"Ditengah-tengah pembangunan kita, investasi, pembangunan infrastruktur, banyak sekali kasus-kasus yang datang ke Komnas HAM ini dimana warga dirugikan," tandasnya.

Ia menegaskan, pembangunan seharusnya tidak menyakiti rakyat. Ia pun menolak rakyat jadi tumbal pembangunan.

Baca juga : Masyarakat masih Bingung Sikapi Perbedaan

"Nggak bisa kita membangun tapi ada orang yang kita jadikan sakit, dijadikan tumbal," tegasnya.

Sebelumnya, Damanik mengungkapkan Komnas HAM telah menyurati Presiden Joko Widodo dengan tiga isu hak asasi manusia terkait dengan peringatan Hari HAM Internasional.

Tiga isu tersebut yakni penyelesaian pelanggaran HAM berat, prinsip yang harus dipenuhi dalam penegakan HAM, serta isu toleransi, diskriminasi, dan persekusi.

Menurut Damanik, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan Menkopolhukam untuk membuat draf rancangan UU Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) terkait penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat.

Ia menambajkan, agar upaya penyelesaian melibatkan keluarga korban.

"Bapak Presiden sudah memerintahkan Menkopolhukam untuk bikin draf undang-undang, tetapi kita juga Ingatkan ajak korban bicara atau keluarga korban, karena korban sudah meninggal," pungkasnya. (OL-7)

Baca Juga

Dok. Bakamla RI

Cegah Covid-19, Bakamla Pastikan TKI Kembali Lewat Jalur Legal

👤Cahya Mulyana 🕔Selasa 31 Maret 2020, 20:05 WIB
TKI yang pulang melalui jalur tikus khususnya dari Malaysia akan diarahkan ke dua pelabuhan resmi yakni Batam dan Tanjung Balai Karimun...
MI/M Irfan

Anggota Fraksi NasDem DKI Sumbang Gaji 5 Bulan untuk Covid 19

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 31 Maret 2020, 19:00 WIB
Atas dasar kemanusian seorang anggota DPRD DKI sumbangkan gaji dan tunjangan selama lima bulan kedepan untuk penanganan covid 19 di Ibu...
Ilustrasi

PLN Akan Bebaskan Tagihan Listik 450 Va

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Selasa 31 Maret 2020, 18:51 WIB
PLN bebaskan pembayaran listrik bagi 24 juta pelanggan dengan daya 450 Volt Ampere (Va) serta diskon pembayaran 50 persen untuk tujuh juta...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya