Jumat 13 Desember 2019, 18:30 WIB

Kolaborasi 5 Tahun Coca-Cola dengan KFC

M. Farhan Zhuhri | Ekonomi
Kolaborasi 5 Tahun Coca-Cola dengan KFC

MI/Adam Dwi
KERJASAMA COCA-COLA DAN KFC

 

COCA-Cola Amatil Indonesia (CCAI) mengumumkan kerja sama dengan PT Fast Food Indonesia (KFC Indonesia) yang akan berlangsung hingga lima tahun ke depan. CCAI akan berkolaborasi dengan lebih dari 700 gerai KFC yang tersebar di seluruh Indonesia.

Presiden Direktur CCAI Kadir Gunduz mengatakan kolaborasi ini menjadi kunci untuk menciptakan momen kebahagian serta mendorong tercapainya pertumbuhan bisnis yang kuat.

"Kami bangga dapat melebarkan bisnis dengan salah satu restoran siap saji (KFC Indonesia) terbaik di Indonesia," ujarnya usai menandatangani perjanjian kerja sama dengan KFC di KFC M.T Haryono, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (13/12).

CEO KFC Indonesia Shivashish Pandey memastikan pihaknya terbuka dengan kerja sama yang akan dibangun bersama Coca-Cola Amatil Indonesia. Sebelumnya, KFC telah bekerja sama dengan PT Anugerah Indofood Barokah Makmur (AIBM) atau yang lebih dikenal Pepsi.

"Kalau ada jaminan kualitas ke KFC, KFC akan kerja sama. Sekarang Coca-Cola baru mulai. On tracknya 5 tahun ke depan. Kalau ada yang lain bisa kerja dengan kualitas, kita selalu open, enggak ada eksklusivitas ke siapa. Kalau ada yang ingin bergabung sama kita dan konsumen suka, ya silakan," ungkap CEO KFC yang akrab disapa Shiva.

Baca juga: Coca Cola Gandeng IFRC-PMI Salurkan Donasi ke NTB dan Sulteng

Selain penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) dengan mengsusung tema Taste Better Together, kampanye yang digagas kedua belah pihak ini mengajak masyarakat untuk melakukan kebaikan kecil yang bermakna.

Para pelanggan diajak melakukan hal-hal sederhana seperti membersihkan meja setelah bersantap, membuang sampah pada tempat yang telah disediakan dan mengucapkan terima kasih pada pramusaji yang telah melayani.

Nantinya, para pengunjung yang berpartisipasi dalam kampanye tersebut berkesempatan untuk mendapatkan produk Coca-Cola secara gratis.(OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More