Jumat 13 Desember 2019, 14:42 WIB

Presiden India Sahkan RUU Kewarganegaraan Kontroversial Jadi UU

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Presiden India Sahkan RUU Kewarganegaraan Kontroversial Jadi UU

India's Presidential Palace/AFP
Presiden India Ram Nath Kovind.

 

PRESIDEN India Ram Nath Kovind menandatangani rancangan undang-undang (RUU) kewarganegaraan yang kontroversial menjadi undang-undang.

"Presiden India Ram Nath Kovind telah menandatangani RUU Amendemen Kewarganegaraan (CAB) yang kontroversial," kata para pejabat India, Jumat (13/12).

"Presiden telah memberikan persetujuannya untuk CAB dan dengan demikian itu telah menjadi Undang-Undang," kata seorang pejabat.

"Kumpulan aturan yang tamaktub dalam CAB mulai berlaku dengan diterbitkannya di berita resmi pada Kamis (12/12," jelasnya.

CAB telah disahkan oleh kedua majelis parlemen India minggu ini. UU bertujuan untuk memberikan kewarganegaraan kepada imigran ilegal penganut enam agama--Hindu, Sikhisme, Budha, Jainisme, Parsi, dan Kristen--dari Bangladesh, Afghanistan, dan Pakistan. Namun, hukum itu mengecualikan imigran muslim dari permohonan kewarganegaraan.

Dengan undang-undang baru ini, pemerintah 'Negeri Hindustan' akan memberikan kewarganegaraan India kepada para imigran nonmuslim yang memasuki negara itu secara ilegal sebelum 31 Desember 2014.

Partai-partai oposisi dan anggota masyarakat sipil mengkritik RUU itu sebagai bertentangan dengan prinsip-prinsip sekuler yang diabadikan dalam konstitusi India karena tidak memasukkan muslim.

Undang-undang baru ini telah memicu protes luas di India, terutama di negara bagian Assam dan Tripura di timur laut, tempat penduduk setempat khawatir para imigran akan membahayakan posisi mereka.

Pada Kamis (12/12) malam, dua orang tewas dan beberapa lainnya cedera oleh polisi yang menembaki pengunjuk rasa di Assam. (Xinhua/Hym/OL-09)

 

 

Baca Juga

AFP

Kemenlu Jamin Keselamatan ABK yang Terdampak Covid-19

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Rabu 01 April 2020, 22:21 WIB
Kemenlu juga meminta dilakukan perawatan terhadap mereka sesuai dengan protokol kesehatan yang dibutuhkan jika ditemukan mereka tekena...
Anaranews.com

121 Negara Minta Korsel Sediakan Alat Tes Virus Korona

👤Antara 🕔Rabu 01 April 2020, 22:19 WIB
Korsel memilik kontrak untuk mengirimkan pasokan bagi negara-negara bagian di Amerika Serikat serta berbagai negara di dunia, termasuk...
AFP/Mikhail Klimentyev

Putin Kerja Jarak Jauh Usai Bertemu Dokter yang Positif Korona

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 01 April 2020, 22:09 WIB
Protsenko sebelumnya mengungkapkan telah terinfeksi virus penyebab covid-19. Namin, ia meyebut tak mengalami gejala apapun dan masih...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya