Jumat 13 Desember 2019, 14:16 WIB

Ekspor Perdana Pupuk Cair dan Dekomposer ke Malaysia

Ferdinand | Nusantara
Ekspor Perdana Pupuk Cair dan Dekomposer ke Malaysia

MI/Ferdinand
Dirjen Sarana dan Prasarana Pertanian Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy melepas ekspor perdana pupuk cair dan dekomposer ke Malaysia.

 

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) melepas ekspor perdana pupuk cair dan dekomposer dengan tujuan Malaysia di halaman PT. Indo Acidatama Tbk, Desa Kemiri, Kecamatan Kebakramat, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (13/12/2019).

Pelepasan ditandai ritual pecah kendi dan pengibaran bendera Indonesia dan Malaysia oleh Direktur Jenderal Sarana dan Prasarana Pertanian, Sarwo Edhy, CEO Marketing PT. Indo Acidatama Tbk, Hartanto serta Direktur utama PT. Berkah Karya Kusuma, Jeffry Adiyanto Kusomo selaku perusahaan eksportir.

Sarwo Edhy mengatakan Kementan mengapresiasi langkah besar PT. Indo Acidatama dan PT. Berkah Karya Kusuma ini. Hal itu sejalan dengan keinginan Presiden Joko Widodo yang menginginkan memaksimalkan ekspor untuk membangun perekonomian nasional.

"Ini sangat menggembirakan, karena kita ingin ekspor bidang pertanian digalakkan. Menteri Pertanian juga menginstruksikan supaya ekspor bidang pertanian dinaikan tiga kali lipat," katanya.

Dia berharap, secara bertahap dan berkesinambungan ekspor pupuk cair dan dekomposer ini terus meningkat. Begitu pula dengan negara tujuan, akan terus bertambah. Untuk mendukung upaya tersebut kedepan Pemerintah akan melakukan harmonisasi dengan pelaku industri bidang pertanian.

"Tadi saya mendengar, setelah Malaysia juga akan diekspor ke Thailand, Vietnam, dan Myanmar. Kami mengapresiasi ini," katanya.

Adapun pupuk cair 'Pomi' dan dekomposer 'Beka' yang diekspor ke Malaysia untuk tahap pertama sebanyak 10 ribu liter dengan nilai Rp400 juta. Jumlah itu diproyeksikan akan terus meningkat sebab 500 ribu hektar lahan yang membutuhkan. Di samping itu Malaysia dalam waktu dekat juga akan membuat demplot.

Kedepan permintaan pupuk cair dan komposer diprediksi semakin banyak, karena kemampuannya dalam memperbaiki struktur tanah pertanian yang rusak. Beka berfungsi meningkatkan C organik dan ph tanah, sementara Pomi memaksimalkan penyerapan pupuk.

baca juga: Pasokan Elpiji 3 Kg Ditambah

Dari uji coba yang dilakukan di demplot di Kalimantan Selatan, PH tanah yang sebelumnya 3,5 dalam beberapa pekan bisa naik menjadi 5,5-6. Untuk satu hektar lahan hanya dibutuhkan 3-5 botol pupuk cair dan dekomposer.

"Kenyataan yang tidak bisa dipungkiri sekarang tanah semakin rusak, sehingga petani harus keluar biaya lebih banyak untuk membeli pupuk. Ini bagian dari tanggung jawab kita semua mencarikan solusinya," kata Hartanto. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More