Jumat 13 Desember 2019, 13:06 WIB

Pemerintah Antisipasi Ancaman Kerawanan Jelang Nataru

Golda Eksa | Politik dan Hukum
Pemerintah Antisipasi Ancaman Kerawanan Jelang Nataru

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Menko Polhukam Mahfud MD

 

MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, menegaskan pelbagai aksi teror, sweeping oleh oknum tertentu, intoleransi antarumat beragama serta pembakaran rumah ibadah jelang perayaan Natal dan Tahun Baru harus diantisipasi sedini mungkin.

"Operasi ini tugas wajib untuk menjamin kelancaran ibadah Natal dan Tahun Baru yang diharapkan berjalan aman serta damai tanpa gangguan apapun," kata Mahfud disela-sela Rapat Koordinasi Bidang Operasional Tahun 2019, di Auditorium STIK Lemdiklat Polri, Jakarta, Jumat (13/12).

Rapat yang membahas persiapan Operasi Lilin 2019 itu dihadiri Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kapolri Jenderal Idham Azis, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Kepala Basarnas Marsekal Madya Bagus Puruhito serta sejumlah pejabat TNI/Polri dan kementerian/lembaga terkait.

Mahfud mengingatkan beberapa hal yang menjadi atensi pemerintah terkait kerawanan Natal dan Tahun Baru, yaitu terorisme, kelancaran arus mudik, serta gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

"Sehingga dibutuhkan pembahasan bersama guna mengetahui kesiapsiagaan serta sinergitas pejabat kementerian dan lembaga untuk menanggulangi kerawanan," tuturnya.

Baca juga: Libur Nataru, Garuda Beri Diskon Hingga 40 Persen

Menurut dia, kegiatan masyarakat dalam merayakan Natal dan Tahun Baru berpengaruh pada peningkatan mobilitas masyarakat yang berpotensi pada kerawanan kamtibmas.

Ia menambahkan, ancaman terorisme sepanjang 2019 seperti kasus penusukan mantan Menkopolhukam Wiranto di Banten dan insiden bom bunuh diri di Markas Polrestabes Medan, Sumatra Utara, menunjukkan kejadian tersebut bisa terjadi kapan dan di mana saja dengan target yang ditentukan.

"Untuk itu perlu peningkatan pengamanan seperti tempat ibadah, tempat wisata, dan tempat keramaian. Sehingga seluruh masyarakat merasa aman dan terlindungi dengan kehadiran pemerintah," ucapnya.

Sementara gangguan Kamtibmas pada momentum perayaan Natal dan Tahun Baru 2018-2019, terang dia, mengalami kenaikan menjadi 4.012 kasus ketimbang periode 2017-2018 yang mencapai 2.909 kasus. Artinya, ada kenaikan sebesar 27,49%. Adapun jumlah kecelakaan lalu lintas menurun 30%, dari 965 menjadi 673 kejadian.

"Pemerintah juga telah selesaikan beberapa pembangunan infrastruktur jalan, bandara dan pelabuhan untuk mendorong mobilitas masyarakat. Di antaranya jalan tol Bakauheuni, Bandara NYIA dan sebagainya. Kehadiran infrastruktur tersebut harus diantisipasi sehinga kejadian breksit yang terjadi 2016 tidak terulang lagi," tukasnya.

Pemerintah, diakui Mahfud, berencana membuka tol fungsional di beberapa ruas. Kebijakan dilakukan lantaran tingginya ekspektasi masyarakat sekaligus mengantisipasi terjadinya kemacetan yang cukup parah.

Di sisi lain, BMKG juga memprediksi musim hujan terjadi pada Desember 2019. Kondisi tersebut praktis berpengaruh pada keamanan dan keselamatan seluruh anggota penyeberangan di darat, udara dan laut.

"Harus pula memastikan kesiapan sarana dan prasarana serta awak untuk meningkatkan aspek keselamatan, kualitas pelayanan, dan peningkatan ketertiban dan keamanan pada simpul-simpul transportasi," pungkasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More