Jumat 13 Desember 2019, 12:30 WIB

Suu Kyi Sebut Sidang Genosida Ancam Keselamatan Warga Rohingya

Fajar Nugraha | Internasional
Suu Kyi Sebut Sidang Genosida Ancam Keselamatan Warga Rohingya

AFP/Koen Van WEEL/ANP
Aung San Suu Kyi

 

PERAIH Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi, Kamis (12/12), mendesak para hakim PBB untuk membatalkan kasus genosida terhadap Myanmar.

Suu Kyi memperingatkan kasus itu berisiko menghidupkan kembali krisis yang memaksa hampir tiga perempat juta warga Muslim Rohingya meninggalkan rumah mereka.

Dalam argumen penutupnya setelah sidang tiga hari di Pengadilan Internasional, pemimpin sipil Myanmar secara de facto mengeluarkan peringatan keras kepada para hakim bahwa membiarkan kasus Gambia melawan Myanmar terus berlanjut dapat ‘merusak rekonsiliasi’.

Suu Kyi bahkan memperlihatkan gambar-gambar pertandingan sepak bola yang baru-baru ini diputar di daerah yang terkena dampak kekerasan pada 2017. Ini adalah sebagai bukti bahwa perdamaian telah kembali

Baca juga: Suu Kyi Tolak Tuduhan Genosida Rohingya di Mahkamah Internasional

"Saya berdoa agar keputusan yang Anda buat dengan kebijaksanaan dan visi keadilan akan membantu kami untuk menciptakan persatuan karena perbedaan," kata Suu Kyi, seperti dikutip AFP, Jumat (13/12).

"Langkah-langkah yang menghasilkan kecurigaan, menabur keraguan atau menciptakan kebencian di antara masyarakat yang baru saja mulai membangun fondasi kepercayaan yang rapuh, dapat merusak rekonsiliasi," tambahnya dalam pernyataan singkat enam menit itu.

"Mengakhiri konflik internal yang sedang berlangsung adalah yang paling penting bagi negara kita. Tetapi sama pentingnya untuk menghindari pengunduran diri dari konflik bersenjata internal 2016-17 di Rakhine utara,” tutur Suu Kyi

Kesaksian yang diberikan Suu Kyi pun didukung warga Myanmar yang berada di Den Haag.

Belasan pendukungnya berkumpul di luar pengadilan dan dengan lantang meneriakkan, "Kami mendukung Anda Aung San Suu Kyi" ketika dia tiba untuk memberikan pidatonya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More