Jumat 13 Desember 2019, 11:15 WIB

Bertemu Bos Ferrari, Hamilton Kipasi Rumor Tinggalkan Mercedes

Antara | Olahraga
Bertemu Bos Ferrari, Hamilton Kipasi Rumor Tinggalkan Mercedes

AFP/Isabel Infantes
Lewis Hamilton

LEWIS Hamilton dan Bos Ferrari John Elkann bertemu secara sosial. Namun, pembicaraan soal kepindahan sang juara dunia enam kali Formula Satu itu masih prematur. Hal itu dikatakan kepala eksekutif Ferrari Louis Camilleri.    

"Saya kira sudah diketahui umum bahwa Lewis mengadakan pembicaraan dengan ketua kami," kata Camilleri kepada wartawan yang diundang ke acara makan siang di pabrik tim asal Italia itu, Maranello.

"Itu acara sosial. Mereka punya beberapa teman yang sama," sambung Camilleri.    

Media massa Italia melaporkan, tahun ini, Hamilton sudah dua kali bertemu dengan Elkann sehingga memicu spekulasi bahwa pembalap Inggris berusia 34 tahun itu akan pindah ke Ferrari begitu kontraknya dengan Mercedes habis pada akhir 2020.    

Baca juga: Hamilton Tutup Musim Balap dengan Kemenangan

Ferrari sebelumnya tidak mau mengonfirmasi pertemuan-pertemuan itu tetapi juga tidak membantahnya.      

"Apa yang terjadi di belakang layar adalah selalu pribadi dengan siapa pun Anda duduk bersama," kata Hamilton kepada wartawan setelah musim ini berakhir bulan ini di balapan Abu Dhabi ketika ditanya soal pertemuan dengan bos Ferrari.    

Camilleri sendiri tidak bertemu dengan Hamilton.    

Ketika ditanya apakah Ferrari akan memberi kebebasan yang sama kepada Hamilton jika dia pindah ke Ferrari, Camilleri tidak mau terjebak dengan pertanyaan itu.    

"Sejujurnya, saya tidak mau ke arah itu. Anda berusaha mendorong agak terlalu keras ke cerita Lewis itu," kata dia.    

"Ini sama sekali prematur dan kami akan melihat opsi-opsi kami pada waktu yang tepat dan kami akan menunggu kondisi terbaik yang cocok bagi kami sebagai tim," tutup Camilleri. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More