Jumat 13 Desember 2019, 06:27 WIB

UNESCO Tetapkan Pencak Silat sebagai Warisan Budaya tak Benda

Antara | Humaniora
UNESCO Tetapkan Pencak Silat sebagai Warisan Budaya tak Benda

ANTARA/Asprilla Dwi Adha
Pesilat menampilkan jurus saat acara festival pencak silat di Cinere, Depok, Jawa Barat.

 

TRADISI Pencak Silat ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya tak Benda pada Sidang ke-14 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage, berlangsung di Bogota, Kolombia, antara 9 dan 14 Desember.

Dalam pernyataannya, Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Surya Rosa Putra, Kamis (12/12) menyampaikan, tepat pukul 10.00 waktu Bagota, Kolombia, Pencak Silat resmi masuk list warisan budaya dunia tidak benda UNESCO,pada sidang tersebut, terdapat 42 nominasi untuk diinskripsi sebagai Warisan Budaya tak Benda, termasuk tradisi Pencak Silat dari Indonesia.

Menurut Surya, tradisi Pencak Silat bukan hanya sekedar bela diri namun juga menjadi bagian dari jalan hidup bagi para pelakunya.

"Pencak Silat mengajarkan kita untuk dapat menjalin hubungan yang baik dengan Tuhan, sesama manusia dan lingkungan. Meski Pencak Silat mengajarkan teknik menyerang, yang terpenting pencak silat mengajarkan kita untuk dapat menahan diri dan menjaga keharmonisan," ujarnya.

Pencak Silat, sebagai salah satu seni bela diri, merupakan tradisi khas Indonesia yang telah ada dari generasi ke generasi.

Baca juga: PBB Sambut Positif Komitmen Swasta di COP 25

Tradisi Pencak Silat berawal dari Sumatra Barat dan Jawa Barat dan berkembang ke seluruh wilayah Indonesia dengan masing-masing keunikan gerakan dan musik yang mengiringinya.

Tradisi Pencak Silat memiliki seluruh elemen yang membentuk Warisan Budaya tak Benda.    

Tradisi Pencak Silat terdiri dari tradisi lisan, seni pertunjukan, ritual dan festival, kerajinan tradisional, pengetahuan dan praktik sosial serta kearifan lokal.

Penetapan Tradisi Pencak Silat sebagai Warisan Budaya tak Benda oleh UNESCO merupakan upaya bersama dari berbagai pemangku kepentingan baik Pemerintah Pusat dan Daerah maupun berbagai komunitas dan perguruan persilatan di berbagai provinsi di Indonesia.

Upaya tersebut terdiri dari pengumpulan dan pengajuan data, menyelenggarakan berbagai workshop, serta penyusunan dan negosiasi dokumen nominasi.

Indonesia berkomitmen menjaga kelestarian Pencak Silat, di antaranya melalui pendidikan Pencak Silat yang tidak hanya fokus pada aspek olah raga/bela diri, tapi juga sebagai bagian dari kurikulum seni dan budaya.

Promosi Pencak Silat ke berbagai negara juga akan terus digalakkan.

Saat ini, terdapat komunitas, perguruan dan festival Pencak Silat di 52 negara di dunia.

Kolombia, sebagai tuan rumah sidang IHC, menurut hasil pembicaraan antara Menteri Olah Raga, Ernesto Lucena dan Duta Besar RI untuk Kolombia, Priyo Iswanto, akan memberikan forum eksibisi pada Februari 2020 untuk memperkenalkan Pencak Silat kepada masyarakat Kolombia.

Dengan ditetapkannya Pencak Silat, saat ini, Indonesia memiliki 1 Warisan Budaya tak Benda UNESCO.

Secara keseluruhan, Indonesia memiliki sembilan situs Warisan Budaya dan Alam serta 15 Cagar Biosfer. Jumlah tersebut merupakan yang terbesar di antara negara ASEAN. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More