Kamis 12 Desember 2019, 19:30 WIB

Pengelola Industri Sadai Gandeng Huobi Kembangkan Blockchain

Antara | Ekonomi
Pengelola Industri Sadai Gandeng Huobi Kembangkan Blockchain

Istimewa
Penandatanganan MoU dilakukan Direktur Utama PT Ration Bangka Abadi Vindyarto Purba dan Co-Founder Huobi Indonesia Alex Wan.

 

PT Ration Bangka Abadi (Pengelola Kawasan Industri Sadai/KISS) menjalin kesepakatan dengan Houbi Indonesia untuk mengembangkan Kawasan Industri Sadai untuk mengembangkan investasi menggunakan aset ekonomi digital dan blockchain.

Blockchain merupakan rekaman buku besar yang terdesentralisasi, memeriksa, dan memverifikasi setiap proses penarikan, pembayaran, dan perdagangan.

Kesempatan tersebut tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani oleh Direktur Utama PT Ration Bangka Abadi (Pengelola Kawasan Industri Sadai/KISS) Vindyarto Purba dan Co-Founder Huobi Indonesia Alex Wan di Jakarta, Kamis (12/12).

"Indonesia dalam hal pengembangan kawasan industri dan perdagangannya belum terintegrasi dengan baik di level nasional maupun internasional," ujar Vindyarto Purba kepada wartawan.

"Tentu kami dari pengelola Kawasan Industri Sadai menyambut baik kerja sama dengan Huobi, perusahaan perdagangan mata uang digital asal Tiongkok," tutur Vindyarto.

Penandatangan tersebut juga disaksikan Bupati Bangka Selatan H Justiar Noer, Founder Huobi Indonesia Xiongdan Founder Block Global Charles Shi, dan CEO Blockchain No.1 Jacob.

Vindyarto Purba mengatakan pengembangan Kawasan Industri Sadai dengan sistem perdagangan bebas digital karena memang tidak bisa melepaskan diri dari kondisi dunia saat ini.

Kawasan Industri Sadai masuk dalam 19 prioritas Kawasan Industri Nasional untuk program 2020-2024.

"Kerja sama kita dengan Houbi tidak hanya soal digital saja tapi terkait dengan alur perdagangannya, artinya membuka alur perdagangan Sadai, Bangka Selatan, dengan Hainan, Tiongkok. Jika konektivitasnya tidak dibangun maka menyulitkan produksi," kata dia.

Dengan menggandeng Huobi, lanjut dia, meringankan beban untuk memasarkan produk-produk unggulan di kawasan termasuk Bangka Belitung mengingat Houbi mempunyai anggota di seluruh dunia.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Bangka Selatan H Justiar Noer mengatakan blockchain menjadi salah satu cara untuk menghubungkan antara investasi dan keuangan.

"Jadi Huobi salah satu dari blokchain ini yang mulai masuk ke daerah kita dan kayaknya pertama, dan Kawasan Industri Sadai salah satu pilihan mereka juga untuk menghubungkan beberapa investor di dunia serta mencari jalan kepada mereka investasi apa yang akan dibangun dan seperti apa pendanaannya itu," kata dia.

Co-Founder Huobi Indonesia Alex Wan mengungkapkan sejak berdiri pada 2013, platform Huobi mengakumulasi nilai transaksi senilai lebih dari US$1 triliun yang menjadikannya platform bursa aset digital terbesar di dunia.

Huobi Group juga mendapat investasi dari Zhenge Fund dan Sequoia Capital Investment.

Ia mengungkapkan Huobi Group berinvestasi di sekitar 10 perusahaan hulu dan hilir serta memiliki tim layanan di Amerika Serikat, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Hongkong, Thailand, Australia, dan negara lainnya. (Antara/OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More