Kamis 12 Desember 2019, 22:39 WIB

TNI AL Perkenalkan Alutsista Laut di Timor Leste

Golda Eksa | Politik dan Hukum
TNI AL Perkenalkan Alutsista Laut di Timor Leste

Dok. DISPEN TNI AL
TNI AL gelar pameran alutsista di Timor Leste

 

SHIP Tour dan Mini Defense Expo yang diselenggarakan oleh Satgas Port Visit Indonesia Maritime Envoy (IME) 19B di Port Dili, Timor Leste, bertujuan untuk memperkenalkan pelbagai alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik TNI AL.

Kegiatan yang khusus dibuka untuk personel kementerian pertahanan, militer, dan BUMN di Timor Leste itu merupakan cara menumbuhkan kepercayaan sekaligus meningkatkan kerja sama di bidang pertahanan kedua negara.

Melalui keterangan tertulis yang diterima Media Indonesia dari Dinas Penerangan TNI AL, Kamis (12/12), sejumlah alutsista modern yang diperkenalkan itu berada di atas KRI Usman Harun dan KRI Sultan Iskandar Muda.

Dalam kegiatan itu, perwira KRI Usman Harun juga menyampaikan karakteristik alutsista, seperti OSRG 76 mm, meriam 30 mm, meriam 12,7 mm, torpedo MK32, rudal exocet MM 40 B2, vertical launch sea wolf, dan decoy.

Begitu pula dengan perwira KRI Sultan Iskandar Muda yang menjelaskan kepada pihak Timor Leste kecanggihan alutista, seperti meriam OSRG 76 mm, meriam vector 20 mm, torpedo launcher, exocet MM 40 blok III, tetral mistral, dan SKWS therma decoy.

Penjelasan yang disampaikan masing-masing perwira TNI AL itu bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepercayaan kepada menteri pertahanan, militer, dan BUMN Timor Leste bahwa kerja sama dengan pemerintah Indonesia akan sangat menguntungkan bagi perkembangan pertahanan maritim Timor Leste.

Pada kesempatan itu, Satgas Port Visit IME juga melaksanakan kunjungan resmi ke Kedutaan Besar RI di Rua Karketu Mota Ain 02, Suca Motael, Subdistrik Vera Cruz, Dili.

Komandan Satgas Kolonel Laut (P) Himawan mewakili delegasi TNI AL menyampaikan kepada pihak kedutaan mengenai kesiapan program kegiatan diplomasi di bidang pertahanan maritim.

"Penyampaian program diplomasi kepada Dubes RI guna mendapatkan saran dan informasi untuk menyiapkan program kerja sama selanjutnya, yang dapat dilaksanakan kembali dengan Timor Leste," kata Himawan.

Dubes RI Sahat Sitorus mengemukakan bahwa saat ini Timor Leste sedang membutuhkan program kerja sama dalam berbagai bidang untuk membangun negaranya. Pemerintah Timor Leste, menurut Sahat, sangat menyadari upaya percepatan pembangunan tetap membutuhkan kerja sama dari berbagai negara.

"Ini merupakan hal yang baik bagi pemerintah Indonesia untuk mengimplementasikan konektivitas maritim dengan tujuan menjalin persahabatan dan menciptakan situasi aman di wilayah perairan yang berbatasan dengan Indonesia," pungkasnya. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More