Kamis 12 Desember 2019, 20:21 WIB

Banjir Bandang Kulawi Rusak Puluhan Rumah dan Tewaskan 2 Orang

M. Taufan SP Bustan | Nusantara
Banjir Bandang Kulawi Rusak Puluhan Rumah dan Tewaskan 2 Orang

Dok. BPBD Sigi
Banjir bandang di Kulawi, Kabupaten Sigi

 

BANJIR bandang menerjang Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis (12/12) malam. Dalam peristiwa ini puluhan rumah rusak dan dua orang meninggal dunia.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sigi Ahmad Yani membenarkan peristiwa tersebut.

Dia menjelaskasn, banjir bandang terjadi sekitar pukul 18.30 WITA, di Dusun II Pangana, Desa Bolapapu.

Banjir itu menurutnya, akibat hujan deras yang mengguyur Kecamatan Kulawi sejak beberapa hari terakhir.

“Iya benar terjadi banjir bandang,” jelas Ahmad saat dikonfirmasi Media Indonesia dari Palu.

Baca juga : Tempat Tinggal Terintegritas untuk Korban Bencana di Sigi

Dia mengungkapkan, dalam peristiwa itu puluhan rumah mengalami kerusakan akibat terendam air bercampur lumpur.

Tidak hanya itu, bencana tersebut juga menyebabkan dua orang meninggal dunia.

“Benar ada korban meninggal dunia dua orang,” ungkap Ahmad.

Dua korban meninggal dunia itu diketahui bernama Yan Kristison ,50, dan Riski ,10, keduanya merupakan ayah dan anak.

Saat terjadi banjir, Yan dan Riski diketahui sedang tertidur lelap di dalam rumahnya. Keduanya pun tidak bisa menyelamatkan diri hingga akhirnya menjadi korban jiwa setelah tertimbun material banjir.

Baca juga : Penyaluran Jadup Korban Bencana Ditarget Tuntas Akhir Oktober

“Dua korban meninggal itu sudah dievakuasi oleh pemerintah setempat dibantu warga,” kata Ahmad.

Kondisi saat ini di lokasi masih terjadi hujan dengan intensitas rendah, sementara warga yang selamat telah mengamankan diri ke sejumlah titik pengungsian yang telah dibuka pemerintah setempat.

“Warga yang selamat sudah diarahkan ke posko pengungsian. Tim kami dari BPBD, PUPR, Dinas Sosial, dan pihak tekait sudah menuju lokasi juga malam ini,” pungkas Ahmad. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More