Kamis 12 Desember 2019, 20:20 WIB

KPK Geber Penyidikan Suap Ratusan Miliar ke Petinggi Garuda

Dhika kusuma winata | Politik dan Hukum
KPK Geber Penyidikan Suap Ratusan Miliar ke Petinggi Garuda

Antara
Febri Diansyah

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sejumlah pejabat PT Garuda Indonesia terkait dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus SAS dan Rolls-Royce PLC.

Setelah sebelumnya melimpahkan perkara untuk tersangka mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan beneficial owner Connaught International Pte Ltd Soetikno Soedarjo, KPK kini fokus merampungkan berkas perkara untuk tersangka mantan Direktur Teknik Garuda Indonesia Hadinoto Soedigno.

"Hari ini penyidik memeriksa sejumlah saksi untuk tersangka HDS (Hadinoto Soedigno). Penyidik masih mendalami keterangan para saksi terkait proses pengadaan pesawat dan mesin serta perawatannya di PT Garuda Indonesia," kata juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (12/12).

 

Baca juga: Mangkir dari Panggilan, KPK Imbau James Riady Kooperatif

 

Sejumlah saksi yang diperiksa komisi tersebut yakni Komisaris Garuda Indonesia Eddy Porwanto Poo, mantan VP Aircraft Maintenance Management Garuda Indonesia Batara Silaban, Senior Manager Engine Management Garuda Indonesia Azwar Anas, VP Enterprise Risk Management and Subsidiaries Garuda Indonesia Enny Kristiani, dan mantan VP Aircraft Maintenance Garuda Indonesia Dodi Yasendri.

Hadinoto Soedigno ditetapkan tersangka pada Agustus lalu karena diduga terlibat dalam kasus tersebut. Ia diduga menerima suap sebesar US$2,3 juta dan 477 ribu Euro (total setara Rp40 miliar) dari Soetikno. Hadinoto diduga menerima suap itu bersama Emirsyah sebagai bagian komisi atas pembelian pesawat dan mesin.

Selama proses penyidikan, KPK mengidentifikasi kontrak bernilai miliaran dollar Amerika yang ditandatangani oleh Garuda Indonesia. Antara lain kontrak pembelian mesin dan perawatan mesin (total care program) Trent seri 700 dengan perusahaan Rolls Royce dan kontrak pembelian pesawat Airbus A330 dan Airbus A320 dengan perusahaan Airbus SAS.

Kemudian, kontrak pembelian pesawat ATR 72-600 dengan perusahaan Avions de Transport Regional (ATR), dan kontrak pembelian pesawat Bombardier CRJ 1000 dengan perusahaan Bombardier Aerospace Commercial Aircraft.

Selain itu, selama penyidikan KPK juga telah menemukan dugaan aliran dana yang jauh lebih besar dari dugaan awal sebesar Rp20 miliar menjadi Rp100 miliar. Uang ratusan miliar itu diduga untuk sejumlah pejabat di Garuda Indonesia. (OL-8)

Baca Juga

ANTARA/DHEMAS REVIYANTO

Millen Cyrus Ditahan di Sel Khusus

👤Rahmatul Fajri 🕔Rabu 25 November 2020, 17:58 WIB
Kepolisian telah mengambil kebijakan khusus dalam kasus...
MI/Pius Erlangga

Ikut Rombongan KKP, Ali Ngabalin Jelaskan Dirinya tidak Ditangkap

👤 Andhika Prasetyo 🕔Rabu 25 November 2020, 17:54 WIB
Ia mengungkapkan, ketika diminta untuk ikut oleh anggota lembaga antirasuah, Edhy tidak melakukan perlawanan dan bersikap sangat...
ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Anita Kolopaking Akui Terima US$50 Ribu dari Jaksa Pinangki

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Rabu 25 November 2020, 17:11 WIB
Lantaran membutuhkan dana operasional, Anita mengaku mendesak Pinangki untuk memberikan pinjaman yang bisa dipotong setelah Andi Irfan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya