Kamis 12 Desember 2019, 19:40 WIB

Bangkai Kapal Shinpo 16 Ganggu Aktivitas Bongkar Muat di Lembata

Alexander P Taum | Nusantara
Bangkai Kapal Shinpo 16 Ganggu Aktivitas Bongkar Muat di Lembata

MI/Alexander P Taum
Bangkai Kapal Shinpo 16 Ganggu Aktivitas Bongkar Muat di Lembata

 

AKTIVITAS bongkar muat di Pelabuhan Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, masih terganggu akibat tenggelamnya KM Shinpo 16, pada Selasa (10/12), pukul 18.15 Wita. Bangkai KM Shinpo 16 yang tenggelam itu kini menutupi hampir seluruh bagian pelabuhan sepanjang 170 meter.

Aktivitas bongkar muat pun hanya mampu dilakukan oleh Kapal Pelayaran rakyat dengan memanfaatkan 80 meter sisa panjang pelabuhan. Sementara tiga kapal Pelni yang selama ini menyinggahi Pelabuhan Lewoleba dipastikan tidak dapat sandar.

Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas 3, Lewoleba, Bambang Arifin Atu, kepada Media Indonesia, Kamis (12/12), mengatakan, aktivitas bongkar muat kapal masih bisa menggunakan sisa tambatan kapal sekitar 80 meter, dengan memanfaatkan bagian ujung. Sedangkan kapal Pelni yang besar tentu tidak bisa menggunakan pelabuhan karena panjang kapal yang tenggelam itu sekitar 170 meter sesuai panjang dermaga.    

"Proses bongkar muat jelas akan terganggu, karena dermaga saat ini hanya bisa disandari satu kapal. Biasanya dua kapal sandar sekaligus. Kapal barang kita rata-rata memiliki panjang diatas 50 meter, kecuali kapal pelayaran rakyat yang bisa melakukan kegiatan," ujar Bambang.


Baca juga: Sumba masih Berjuang Keluar dari Status Daerah Endemis Malaria


Sementara itu, Komisi Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) dijadwalkan tiba di Lembata, Jumat (13/12) besok, guna menyelidiki sebab-sebab terjadi kecelakaan KM Shinpo 16. KNKT juga akan mencari cara mengevakuasi bangkai kapal.  

Bambang menyebutkan, peristiwa tenggelamnya KM Shinpo 16 ini akan ditangani KNKT.

"Kecelakaan laut ini setelah diteliti oleh KNKT, kasus ini akan masuk ke Mahkamah Pelayaran, karena tidak ada korban jiwa. Jumat besok, KNKT tiba dan akan bekerja sampai Senin. Pihak KNKT akan mewawancarai para perwira kedua kapal, melakukan pemeriksaan fisik terhadap kapal, untuk mengetahui sebab sebab terjadi kecelakaan laut tersebut. Setelah itu mencari jalan untuk evakuasi bangkai kapal," ungkap Bambang.

KM Shinpo 16 tenggelam setelah lambung kapal tersebut robek ditabrak KM Maju 8 hingga tenggelam. Saat ditabrak, KM Shinpo 16 sedang berlabuh. Sebanyak 1.553 ton semen yang belum sempat dibongkar, ikut tenggelam bersama bangkai kapal. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More