Kamis 12 Desember 2019, 19:26 WIB

Jokowi Targetkan Kereta Cepat dan LRT Rampung 2021

Akmal Fauzi | Ekonomi
Jokowi Targetkan Kereta Cepat dan LRT Rampung 2021

LRT
Presiden Joko Widodo meninjau proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (12/12)

 

PRESIDEN Joko Widodo meninjau perkembangan pembangunan lintas raya terpadu (LRT) Jabodebek dan kereta cepat Jakarta-Bandung yang lokasinya berdekatan dengan jalan tol layang Jakarta-Cikampek, Kamis (12/12).

Presiden menilai, kompleksitas pembangunan LRT dan kereta cepat cukup tinggi, mengingat lokasi dan waktunya yang berdekatan dengan pembangunan infrastruktur lain, yakni jalan tol layang Jakarta-Cikampek sepanjang 36,4 kilometer. Hal tersebut ditambah dengan kondisi lalu lintas di sekitarnya yang harus tetap berjalan.

"Contoh jalan tol (layang) ini, itu kesempatan memasang girder-nya hanya berapa jam? Tiga sampai empat jam per hari karena lalu lintas yang begitu sangat padat dan hanya malam hari. Yang kedua, di sampingnya lagi ada LRT dibangun, sampingnya ada kereta cepat. Bayangkan rumitnya," kata Jokowi di lokasi atau tepatnya di KM 16, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

 

Baca juga: Jokowi : Tol Japek II Elevated Mengurai 30% Kemacetan

Meski demikian, pembangunan tersebut tetap harus dilakukan untuk mengejar ketertinggalan dan meningkatkan daya saing, kecepatan, serta efisiensi. Presiden optimistis pembangunan LRT dan kereta cepat tersebut akan dapat diselesaikan. Mantan Wali Kota Solo itu menargetkan agar proyek-proyek tersebut dapat diselesaikan pada akhir 2021.

"Kereta cepat ini investasinya USD6 miliar dan akan diselesaikan insyaallah nanti di akhir 2021. LRT investasi Rp29 triliun akan selesai juga di akhir 2021. Semuanya akan selesai, nanti akan terintegrasi," ucapnya.

Mendampingi Presiden dalam peninjauan tersebut di antaranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More